Para Ondoafi dari 10 Kampung Adat Berikan Dukungan

Para Ondoafi ketika berdialog dengan  Wali Kota menyampaikan dukungan pelaksanaan Raker AM III Sinode GKI di Tanah Papua yang berlangsung dari 7-9 Oktober 2019, di GOR Waringin, Kota Jayapura

JAYAPURA– Ketua panitia Raker AM III Sinode GKI di Tanah Papua Benhur Tomi Mano, yang juga selaku Wali Kota Jayapura  mengatakan,   pelaksanaan Raker AM III Sinode GKI di Tanah Papua, yang berlangsung 7-9 Oktober 2019 di GOR Waringin, Kota Jayapura mendapat dukungan dari para  ondoafi dari 10 kampung adat yang ada di wilayah Kota Jayapura.

“Semua ondoafi dari 10 kampung adat yang ada di Kota ini menyatakan dukungan untuk pelaksanan raker ini. Mereka akan sambut kehadiran seluruh peserta dan duta-duta gereja dari seluruh klasis-klasis dalam lingkup GKI di Tanah Papua yang datang dari provinsi Papua dan Papua Barat sebagai tamu kehormatan,” ujarnya.

Para Ondoafi akan menyambut pelaksaan Raker ini dengan tarian adat, suling tambur, lemon lipis, tetapi juga dengan menyediakan makanan khas tradisional selama 3 hari bagi para peserta. “ Anak-anak adat port Numbay mendukung penuh untuk sukses dan lancarnya Raker ini,”jelasnya.

Ketua LMA Port Numbay George Awi dan Ondoafi Skouw, Distrik Muara Tami, Abisai Rollo, dan Ondoafi bessar Tobat Enggros Herman Hamadi bersama para ondoafi lainnya, menyampaikan dukungan tersebut langsung kepada wali kota yang juga selaku ketua panitia Raker AM III Sinode GKI di Tanah Papua.

“Kita sebagai tuan rumah sangat bangga dan sebagai anak -anak Port Numbay memastikan acara ini bisa berjalan lancar, aman dan sukses, jadi jangan ada rasa takut dari peserta yang datang ke Kota Jayapura kami tetap akan jamin Kamtibmas dan berikan pelayanan yang baik,”ungkap George Awi.

Tidak saja masyarakat adat, tetapi juga seluruh warga gereja se kota Jayapura, juga seluruh warga kota Jayapura dari berbagai  latar belakang akan mendukung pelaksanaan Raker ini.

Selaku Walikota, Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BTM ini juga menjamin Kamtibmas selama kegiatan. BTM juga mengakui, atas permintaan para ondoafi, sehingga  sejak 4-10 Oktober 2019, Wali Kota mengeluarkan surat edaran bagi pelaku usaha penjual Minuman beralkohol untuk tidak berjualan, dalam menjamin Kamtibmas selama dilaksanakan Raker. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *