Pesan Greta Thunberg Bakal Ikut Disuarakan Sampai Papua

Jack Buly ( gamel-Cepos)

JAYAPURA – Kritikan aktivis lingkungan Greta Thunberg dalam sidang umum PBB pekan kemarin mendapat ragam apresiasi. Dengan usia yang masih terbilang sangat muda yakni 16 tahun, gadis asal Swedia ini mampu melontarkan kalimat yang menohok terutama kepada enam negara yang dianggap gagal mengadvokasi isu pemanasan global. Negara-negara besar seperti Amerika, China juga diminta tak tinggal diam merespon perubahan iklim ini. Harus bekerja bersama untuk memikirkan bagaimana menjadikan bumi lebih baik.

Semangat Greta ini memantik sejumlah aktifis lingkungan untuk turun menyuarakan hal serupa dan di Indonesia ada sejumlah kelompok aktivis yang melakukan kampanye terkait global warming tersebut termasuk di Papua. Untuk Papua sendiri akan dilakukan hari ini (Sabtu,5/10) sore di depan Kantor Gubernur Jl Soa Siu, Jayapura. “Kami tak bisa diam mendengar dan melihat semangat yang sudah ditunjukkan dan kami ingin memastikan bahwa kami di Papua akan berdiri bersama Greta. Sangat penting mengingatkan publik soal kondisi bumi saat ini,” kata Jack Buly, koordinator kegiatan kepada Cenderawasih Pos, Jumat (4/10).

Pemanasan global kata Jack tak hanya terjadi di negara luar tetapi berimbas ke Indonesia bahkan Papua. “Kita bisa lihat bahwa saat ini banyak daerah mengalami kelangkaan air dan di Papua pelan-pelan mulai terlihat, suhu sudah tidak sesejuk dulu dan air dari tahun ke tahun masih digilir,” katanya. Aksi ini lanjut pemuda yang tergabung dalam Rumah Bakau Jayapura ini ingin menyatakan bahwa Papua adalah benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia dan patut dijaga. “Menjadi aneh jika kita hanya berdiam, jadi kami mengajak semua elemen untuk sama-sama memikirkan pesan Greta yang sangat relevan dengan kondisi sekarang. Jika ingin terlibat dalam aksi  kami persilahkan,” imbuhnya.

Jack menambahkan bahwa aksi yang dilakukan berbentuk street campaign yang diawali dengan jalan kaki dari Ruko Dok II kemudian membentangkan spanduk di depan kantor gubernur dan menggelar aksi diam terkait pemanasan global. “Ada banyak pesan yang akan kami titipkan, yang jelas Papua tidak boleh diam,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *