Korban Kerusuhan Bisa Sekolah di Jayapura

SEKOLAH: Bupati Jayawijaya Jhon richard Banua bersama Wabup i Jayawijaya Marthin Yogobi meninjau guru dari SMA Santo Thomas Wamena sedang melakukan pembersihan serpihan kaca yang dirusak pasca kerusuhan, Jumat (4/10). (Denny Tonjau/Cepos)

Pemkab Jayawijaya Benahi Kerusakan Ringan  25 Bangunan Sekolah

JAYAPURA-Banyaknya warga yang eksodus dari Wamena pasca kerusuhan, 23 September lalu mendapat perhatian Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura mengakui  banyak warga yang mengungsi di Kota Jayapura, baik orang tua remaja dan anak-anak. Untuk itu, dalam memberikan perhatian dan perlindungan kepada korban, Pemkot Jayapura siap membantu semaksimal mungkin. Contohnya dalam hal mengikuti pelajaran sekolah supaya anak-anak bisa melanjutkan sekolah sementara.

Anak-anak yang ikut orang tuanya mengungsi menurutnya bisa mengikuti pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada di Kota Jayapura, baik dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.

“Kami siap membantu para korban kerusuhan di Wamena. Bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah untuk sementara bisa dilakukan di Kota Jayapura. Saya sudah berkoordinasi dengan semua sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP, supaya anak-anak tetap mendapatkan pendidikan. Selain itu, dalam upaya melakukan pemulihan diberikan trauma healing supaya anak-anak masih bersemangat sekolah,” ungkap Pasolo, Jumat (4/10).

Pasolo mengakui ada beberapa guru di sekolah, yang menginformasikan kepadanya terkait anak-anak korban kerusuhan di Wamena  masuk di sekolah untuk mengikuti pelajaran. Namun itu pihaknya akan melakukan pendataan terhadap anak-anak korban kerusuhan yang belajar di Kota Jayapura.

Sementara itu, Pemkab Jayawijaya terus berupaya untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah, Senin (7/10). Terkait persiapan tersebut, telah dilakukan pembersihan puing-puing atau serpihan kaca yang dilempar pasca aksi anarkis, 23 September lalu. Dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos, ada 25 sekolah yang berdampak dan pembersihan dilakukan agar siswa yang nantinya datang ke sekolah tak lagi trauma melihat kondisi sekolah.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, menyikapi hasil rapat bersama para guru yang masih bertahan di Jayawijaya agar sekolah dibuka kembali, Senin (7/10) lusa, Pemkab Jayawijaya bersama TNI-Polri  dan masyarakat melakukan pembersihan di 25 sekolah berdampak dari aksi anarkis.

“Kalau sekolahnya sudah bersih dari serpihan kaca maka anak-anak tidak trauma lagi dengan kejadian kemarin. Jangan sampai pada waktu sekolah ada siswa yang terluka terkena pecahan kaca. Untuk itu, harus disterilkan semuanya,” jelasnya saat ditemui wartawan di SMP Negeri 1 Wamena, Jumat (4/10).

Dalam pembersihan sekolah ini, Bupati Jhon Banua  juga telah mengerahkan tukang bangunan untuk melakukan pengukuran terhadap kaca yang rusak dan telah dibersihkan. Untuk langsung diganti dengan yang baru. Sehingga tak ada lagi kesan sekolah itu pernah dirusak.

“Kami langsung melakukan penggantian kaca –kaca yang rusak di setiap sekolah yang berdampak. Dimana setelah dibersihkan maka kaca yang pecah itu langsung diganti. Karena rata-rata 25 sekolah yang berdampak ini kebanyakan hanya kaca saja yang dilempar atau dipecahkan,”katanya.

Jhon Banua memastikan tidak ada kerusakan lainya di sekolah-sekolah yang berdampak seperti penjarahan, pembakaran, ataupun yang lainnya. Saat ini yang terpenting guru-guru bisa menjelaskan kepada para siswanya agar situasi sudah aman dan bisa kembali melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah lagi.

Secara terpisah Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto menjelaskan jika untuk TNI ada 700 personel yang sudah digelar ke beberapa tempat untuk memberikan jaminan keamanan. Sementara untuk rencana membuka sekolah, TNI-Polri akan menempatkan setiap anggota di sekolah untuk menjamin kegiatan belajar mengajar.

“Kami juga akan melakukan patroli rutin gabungan dan secara terpisah. Sampai saat ini masih terus dilakukan secara terus- menerus di waktu –waktu tertentu dan jam –jam rawan selama 24 jam, untuk mendukung keamanan di Wamena yang terus kondusif,” pungkasnya. (dil/jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *