Tunggu Petunjuk Pimpinan Soal Pansus

JAYAPURA – Persoalan konflik sosial dan krisis keamanan di Papua belakangan ini menjadi sorotan publik. Masyarakat menginginkan ada jaminan keamanan yang diberikan oleh pemerintah terlebih aparat keamanan. Bagaimana tidak bila kondisi seperti di Wamena kembali terulang artinya ada sistem deteksi dini tak berjalan baik. Masalah ini juga perlu segera disikapi dan Komisi I DPR Papua berpendapat perlu ada Pansus.

“Ia saya pikir memang perlu ada tim yang tergabung dalam Pansus untuk mensikapi persoalan belakangan ini. Hanya hingga kini kami belum melihat tanda-tanda ke arah itu (pembentukan Pansus),” kata Emus Gwijangge, Kamis (3/10). Emus mengungkapkan bahwa Pansus bisa disikapi bila ada petunjuk dari pimpinan DPR namun pihaknya masih menunggu. Ini dibenarkan anggota Komisi II Jhon Gobay yang menyampaikan bahwa pihaknya siap saja bila memang harus dilibatkan dalam Pansus namun sampai saat ini ternyata tak ada petunjuk lain dari pimpinan DPR soal pansus. “Coba tanyakan langsung ke pimpinan,” singkatnya.

Sementara Radius Simbolon dari Komisi III melihat secara rasional bahwa waktu untuk menyiapkan pansus soal perkembangan kondisi keamanan sosial di Papua sangat mepet dengan jadwal pembahasan APBD perubahan termasuk soal waktu pelantikan. Saat ini mereka masih fokus untuk membahas masuknya KUA PPAS. “Sebenarnya bagus juga jika ada Pansus tapi waktunya yang saya pikir tidak ada. Ini sudah Oktober dan kami juga harus membahas dokumen APBD belum lagi dengan waktu pelantikan,” jelasnya.

Terkait ini Ketua DPRP, Yunus Wonda mengungkapkan bahwa Pansus belum bisa dibentuk karena masa jabatan anggota DPRP  akan segera berakhir. Akan menjadi runyam bila memilih anggota Pansus sementara yang bersangkutan akhirnya tidak ikut dalam pelantikan. “Ia masa periode anggota DPRP sudah mau berakhir jadi belum bisa,” singkatnya.

Hanya saja keinginan DPR Papua untuk melahirkan Pansus baru penting untuk dipertimbangkan kembali mengingat hingga kini Pansus Nduga juga tak jelas bagaimana kabarnya. Pansus hanya muncul saat  sidang dan setelah itu adem ayem, tidak jelas apa saja kegiatannya dan bagaimana hasilnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *