Rodja: Saya Hanya Melindungi Masyarakat dari Hal yang Lebih Fatal

Irjen Pol Rudolf A Rodja usai pamit dengan seluruh jajaran di Mapolda Papua  untuk menuju ke Mabes Polri dengan jabatan baru, Rabu (2/10) kemarin. (Elfira/Cepos)

Terima kasih Sekalipun Hanya Pimpin Polda Papua Lima Bulan

JAYAPURA- Ucapan menyentuh dari Irjen Pol Rudolf A Rodja dalam penyerahan pataka Polda Papua dari Irjen Pol Rudolf A. Rodja kepada Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Lapangan Mapolda Papua, Rabu (2/10) kemarin.

“Hari ini (2/10) saya dengan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw berdiri kembali di sini untuk menyerahkan pataka Polda Papua kepada beliau (Irjen Pol Paulus Waterpauw-red) untuk  melanjutkan estafet tugas yang diembangkan di wilayah hukum Polda Papua,” ucap Rodja saat penyerahan upacara Pataka.

Mantan Kapolda Papua Barat ini menuturkan, selama lima bulan kita bekerja bahu membahu memupuk kekompakan, memupuk kinerja sesuai dengan tugas pokok fungsi dan peranan dari Kepolisian secara bersama dalam melaksanakan tugas.

“Sekali lagi, saya menyampaikan rasa bahagia, rasa bangga terhadap saudara-saudara sekalian dalam pelaksanaaan tugas selama ini. Sekalipun saya hanya memimpin lima bulan di Polda Papua,” tutur Rodja.

Dikatakan, dinamika yang begitu tinggi di wilayah papua terhitung sejak 19 Agustus hingga, 29 agustus hingga terakhir 23 September kemarin. Dinamika yang begitu tinggi dan itu sebagai  Kapolda dirinya harus memilih yakni apakah harus melakukan tindakan represif penegakan hukum yang tegas, atau harus melindungi masyarakat dari akibat yang lebih fatal lagi.

“Saya memilih harus melindungi masyarakat, walaupun dalam situasi dinamika banyak sekali penilaian dan presepsi yang bilang Kapolda tidak tegas, Kapolda lemah dan lain-lain. Namun saya hanya berpikir harus melindungi masyarakat dari hal yang lebih fatal,” tutur mantan Kapolda Papua Barat ini. “Tetapi mungkin kinerja saya dianggap belum  maksimal, maka resiko jabatan saya dan itu saya terima dengan lapang dada untuk melanjutkan tugas saya di Mabes Polri,” sambungnya.

Dirinya memohon maaf apabila selama pergaulan lima bulan terakhir menjadi Kapolda Papua  ada tutur kata, ucapan atau tingkah laku yang tidak berkenang. Karena itulah perintah dinas yang harus dilakukan. Sebab tidak ada dalam hatinya untuk menyakiti orang, merugikan orang.

“Apa yang saya lakukan untuk membantu institusi, resiko tugas dan resiko jabatan itu yang  harus kita alami. Ini adalah rencana tuhan untuk tanah papua,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan terima kasih atas penyambutan dalam proses serah terima jabatan Kapolda Papua yang berjalan dengan lancar kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri kepada dirinya untuk memimpin kembali Polda Papua merupakan suatu amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya sangat mengapresiasi Irjen Pol Rudolf A Rodja yang telah menjalankan tugas secara baik di Papua, dan saya pun berkomitmen akan melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah dibangun demi terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat,” terangnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *