Warga  Yakyu  Butuh Pelayanan   Posyandu dan  Rumah Layak  Huni

Potret   Rumah  warga warga  Dusun  Yakyu, Kampung Rawa Biru Distrik  Sota-Merauke.

MERAUKE – Warga   Yakyu, yang merupakan  eks pelintas batas   yang telah kembali  dari negara tetangga   PNG dan  kini menatap di  Dusun Yakyu, Kampung  Rawa Biru  membutuhkan  pelayanan   posyandu  dan rumah layak huni.

  “Ya,  sebagai  instansi yang menangani masalah perbatasan, kami wajib   mengkoordinasikan kebutuhan masyarakat yang ada di  wilayah  perbatasan dengan instansi  terkait    untuk memberikan  perhatian   bagi warga yang ada  di sekitar perbatasan,’’ kata   Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah  (BPPD) Kabupaten Merauke  Rakianus  Samkakai, S.STP, kepada  media ini kemarin.     

     Menurut  Rakianus yang juga menjabat sebagai Plt  Badan Pengelolaan  Perbatasan Daerah  Kabupaten Merauke tersebut bahwa  masyarakat  di  Yakyu yang terdiri  23 Kepala Keluarga tersebut membutuhkan  Posyandu.   

  “Ini akan kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan   Kabupaten  Merauke untuk bisa mendapatkan perhatian,’’ jelasnya.   

    Sementara   untuk perumahan,   diakui  Rakianus  Samkakai   bahwa  masyarakat  di   Dusun Yakyu  tersebut sangat membutuhkan  rumah layak huni.  “Syukur bahwa pada tahun 2019  ini, ada 7 unit rumah  yang dibangun dan itu  sudah selesai. Sementara sisanya, warga     akan tinggal  di rumah mereka  yang lama,’’ katanya.

  Sebenarnya, lanjut dia, rumah  yang ditempati  tersebut  bukanlah  sebuah rumah  tapi  tepatnya sebuah bevak. ‘’Tapi ya kondisinya seperti   itu. Mudah-mudahan  ked epan  ini ada tambahan  bangunan rumah lainnya   untuk  warga  yang belum mendapatkan bantuan rumah tersebut,’’    jelasnya.

   Sementara  terkait dengan pemeriksaan tugu dan patok perbatasan,    mantan Kepala Distrik Semangga ini menjelaskan bahwa    pemeriksan dan  pemeliharan  tugu dan patok  perbatasan tersebut sudah menjadi agenda rutin  setiap tahunnya  harus  dilakukan.

“Kemarin, patroli  tugu dan patok   kami lakukan secara terpadu dengan melibatkan  seluruh unsur yang terlibat  di dalamnya.  Dari pengecekan dan pemeliharaan tugu dan patok   perbantasan  itu semuanya masih dalam keadaan   bagus dan berada di  koordinatnya. Belum ada yang  bergeser,’’ tandasnya.   

  Sekadar diketahui, beberapa  tahun lalu  di  Dusun  Yakyu ini terjadi insiden  penurunan  bendera merah putih oleh tentara PNG  yang masuk ke dusun tersebut karena  mengangga wilayah  ini masih  masuk wilayah PNG dan sempat memantik protes dari pemerintah Indonesia. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *