Teknisi MRI yang Masih Minim di DOK II

drg.Aloysius Giyai, MKes (Sulo/Cepos)

JAYAPURA – Rumah Sakit Dok II dalam waktu dekat akan memiliki alat canggih Magnetic Resonance Imaging (MRI). Alat yang  menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar strukur dan organ dalam tubuh ini tengah diajukan dalam APBD induk untuk direalisasikan. Hanya saja pihak rumah sakit masih membutuhkan operator atau orang yang memahami pengoperasian alat canggih tersebut.

“Jika alat ini ada kami pikir ada banyak hal yang bisa terbantu. Ini alat canggih di atas CT scan dan sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan,” kata Plt Diektur RSUD Dok II, drg Aloysius Giay M.Kes kepada Cenderawasih Pos di Jayapura pekan kemarin. MRI sendiri bukan alat dengan harga murah, kata Aloysius diperkirakan di atas Rp 20 miliar. Kata Aloysius sepengetahuannya alat ini beberapa tahun lalu pernah dimiliki RSUD Dok II namun kurang dijaga baik. “Yang jelas MRI sangat membantu,” jelasnya. Kelebihan alat MRI adalah bisa memberikan gambaran stuktur tubuh yang tidak bisa diperoleh pada tes lain seperti rongent, USG atau CT Scan.

“Semua penyakit bisa dideteksi dan tak perlu keluar Papua, hanya maintenancenya yang sulit sebab persoalan rumah sakit ini adalah alat mahal tapi teknisi khusus tidak ada,” jelasnya. Ia berharap tahun 2020 rumah sakit Dok II sudah bisa memiliki alat tersebut. Sementara disinggung persoalan lain yang dihadapi rumah sakit rujukan ini kata pria yang juga menjabat sebagai kepala dinas kesehatan adalah soal akreditasi. “Itu  yang paling urgent dan kami sedang mengejar akreditasi paripurna atau bintang lima. Yang menjadi syarat adaah SDM, peralatan dan yang utama adalah standart operasional,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *