Masyarakat Jangan Mudah Panik, Demo Tidak Diizinkan

AKBP.Gustaf Urbinas

JAYAPUR-  Buntut dari demo anarkis (29/8) lalu membuat sejumlah even-even yang mengundang massa cukup besar ditiadakan, seperti pertandingan liga 3 yang akhirnya batal karena tak lagi mendapat izin dari kepolisian.

Namun, satu bulan berlalu pihak kepolisian masih waspada untuk memberi izin sejumlah kegiatan. Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra mengatakan, untuk kegiatan semisalnya jalan santai, kegiatan olahraga atau kegiatan lainnya yang tidak membutuhkan waktu berhari-hari itu akan diizinkan.

“Kalau kegiatan jalan santai di pusat Kota Jayapura atau lapangan Hamadi juga kantor Gubernur selama itu positif bisa saja. Buktinya kemarin ada acara Yosin Pancar di halaman Kantor Gubernur,” tutur Jahja.

Yang  terpenting lanjut Jahja, acaranya seperti apa dan panitia lebih banyak berkoordinasi dengan aparat. Potensi kerawanan yang perlu diwaspadai sehingga sehingga ada petugas  keamann yang melakukan pengamanan.

“Untuk kasih izin demo yang jelas belum bisa, apalagi dengan situasi seperti ini akan ada pertimbangan. Sekalipun itu demo damai namun ditakutkan ada penyusupan yang nantinya bisa dikhawatirkan,” papar Jahja.

Untuk situasi Kota Jayapura sendiri Jahja mengatakan cukup kondusif, dimana kegiatan masyarakat berjalan lancar dan normal seperti biasa. Adapun yang kerap membuat masyarakat itu resah karena adanya isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya kerap beredar di kalangan masyarakat.

Ya, beredarnya beberapa informasi belakangan ini bahwa akan ada penyerangan, demo susulan dan lain sebagainya. Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tidak mudah panik dan percaya pada informasi yang belum  tentu kebenarannya.

Iptu Jahja Rumra mengatakan, jika masyarakat mendapatkan atau menerima sebuah informasi maka sebaiknya dikroscek dulu kebenarannya. “Kalaupun ada isu-isu atau kabar apapun itu koordinasikan dengan aparat keamanan untuk menanyakan secara lansung sehingga tidak menjadi korban dari isu tersebut,” ucap Jahja kepada Cenderawasih Pos.

Ia juga meminta kepada masyarakat jika mendapatkan informasi apapun untuk tidak langsung menyebarkan begitu saja, namun pastikan dulu kebenaran informasi tersebut sebelum dibagikan sehingga tidak membuat resah masyarakat lainnya.(fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *