Upayakan Rekonsiliasi Pasca Penanganan Pengungsi

PELANTIKAN: Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian saat menyerahkan tongkat komando kepada Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw pada acara pelantikan di Aula Rupattama Mabes Polri, Senin (30/9).

Irjen Pol Paulus Waterpauw Pimpin Polda Papua Kedua Kalinya

JAKARTA, Jawa Pos-Tiga daerah bermasalah resmi memiliki kapolda baru. Kemarin (30/9) Polri menggelar serah terima jabatan (Sertijab) untuk tiga kapolda, yakni Papua, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Riau. Ketiganya telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat penyelesaian masalah di wilayahnya masing-masing.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, untuk langkah awalnya Polda Papua akan membantu para pengungsi dan korban dari kerusuhan. Baik yang berada di Wamena, Jayapura dan Sentani. ”Karena itu yang urgen dulu,” paparnya.

Setelahnya, Polda Papua akan fokus dalam upaya rekonsiliasi dan rahabilitasi. Sebenarnya, langkah ini yang utama dalam menyelesaikan catatan konflik di Papua. ”Dalam upaya rekonsiliasi ini Polda akan mencoba secara maksimal, kendati kemampuan Polri terbatas,” terangnya.

Yang pasti, dalam rekonsiliasi ini membutuhkan bantuan tokoh adat, tokoh agama, dan terutama pemerintah daerah. ”Saya pikir ini langkah yang akan ditempuh. Jabatan ini amanah, harus disyukuri walau situasinya seperti ini,” tegasnya.

Sebelum dilantik sebagai Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw pernah menjabat sebagai Kapolda Papua pada tahun 2015-2017.

Sesuai dengan Surat Telegram Kapolri tersebut, Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua mendapat promosi jabatan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri, sedangkan jabatan Kapolda Papua digantikan oleh Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdikat Polri.

Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw lahir di Fakfak Papua Barat pada  25 Oktober tahun 1963, diusia 10 Tahun beliau pindah ke Kota Surabaya untuk belajar SD YPK Surabaya Timur 1976, SMP Negeri 6 Surabaya 1980 dan SMA Negeri 5 Surabaya 1983.

Kegemarannya dalam olahraga khususnya dibidang bola volly terus ia tingkatkan. Banyak prestasi yang Waterpauw dapatkan dibidang olahraga bola volly. Salah satunya terpilih untuk bermain di Malaysia dalam kejuaraan Asean mewakili Indonesia.

Pria yang memiliki akronim nama PW ini,  menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1987. Dia termasuk ranking 12 dari 2017 orang siswa. Lulus dengan pangkat letnan dua polisi dengan penempatan pertama di Polda Jawa Timur tepatnya di Polres Surabaya Timur.

Setelah Lulus dari PTIK, PW bertugas di Ibu Kota Jakarta menjadi Paban Muda pada Paban IV/Kam Sintel Polri. Selama kurun waktu 3 tahun bertugas di Metro Jaya beberapa jabatan telah diembannya seperti Kapolsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat, Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat dan Wakapolres Tanggerang Polda Metro Jaya dan selanjutnya mengikuti pendidikan Sespim Polri di Lembang Polri pada tahun 2002.

Setelah lulus Sespim Polri, PW kembali ke tanah kelahirannya dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika. Tak lama setelah bertugas di Mimika, PW berhasil mereda konflik antar warga di Timika. Dua tahun menjabat sebagai Kapolres Mimika, kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota.

Selama kurun waktu 1 tahun menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota, Paulus Waterpauw dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua karena kepiawaiyannya dalam menyelsaikan permasalahan di masyarakat.

Tahun 2006 merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi PW. Dimana tahun itu, ia dipercayakan menjadi komandan Upacara 17 Agustus di Istana Negara, Jakarta. Tahun 2009, Waterpauw ditarik ke Mabes Polri menjadi penyidik Utama tingkat II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri selama 1 tahun.

Tahun 2010, dirinya diangkat menjadi Widyaiswara Madya Sespim Polri. Belum lama menjabat langsung dipercaya menjadi Wakapolda Papua mendampingi Irjen Pol Drs. Bekto Suprapto dan Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Kapolri.

Selama kurang lebih 3 tahun menjabat sebagai Wakapolda Papua, Paulus Waterpauw dpercayakan menjabat sebagai Kapolda Papua Barat.

Menjabat sebagai Kapolda Papua Barat selama 1 tahun, anak asli suku Komoro ini mendapat kepercayaan menjabat sebagai Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Drs. Yotje Mende. Menjabat kurang lebih selama kurang lebih 2 tahun, Irjen Pol Drs, Paulus Waterpauw  dipercayakan menjabat sebagai Wakabaintelkam Polri.

Jabatan Wakabaintekam diembannya selama kurang lebih 2 bulan. Selanjutnya, PW dipercayakan memegang tongkat jabatan sebagai Kapolda Sumatera Utara.

Setelah menjabat selama 1 tahun 2 bulan sebagai Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs, Paulus Waterpauw  dipercaya menduduki jabatan sebagai Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Lemhannas RI pada bulan Agustus  2018 dan pada bulan Oktober 2018 menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.

Selama kurang lebih 1 Tahun menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw kembali dipercayakan menjabat sebagai Kapolda Papua sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor ST:/2569/IX/2019 tanggal 27 September 2019. (idr/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *