Pusat Perekonomian Dijaga Ketat  TNI-Polri

Aktifitas jual beli di jalan Safridarwin yang pertokoannya kembali dibuka sejak pagi hari Kamis (26/9). (Denny/ Cepos)

SENTANI- Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar, memastikan bahwa di setiap sentral atau pusat ekonomi yang berada di wilayah Kabupaten Wamena telah dijaga ketat oleh para personel keamanan dari TNI-Polri

  “Di setiap sentral  ekonomi kita tempatkan pasukan gabungan TNI-Polri di sana, supaya pusat-pusat ekonomi di sana dibuka kembali,” ujarnya kepada wartawan disela-sela kegiatan Bakti Sosial Korem 172/PWY di SKB Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (27/9).

  Menurut Binsar, Wamena selama ini merupakan pusat ekonomi dan pembangunan di daerah pegunungan tengah secara keseluruhannya. Oleh karena itu, penting sekali untuk dibangun kembali terutama keamanan dan kenyamanan di Wamena.

   Binsar, mengatakan pihaknya memberikan pengamanan kepada seluruh warga masyarakat, terutama bagi warga masyarakat yang ingin melihat dan mengambil barangnya tetap akan diberikan pengawalan dari para personil gabungan TNI-Polri.

  “Kemarin sudah banyak masyarakat yang datang ke Polres dan Kodim kita lakukan lakukan pengawalan untuk mereka lakukan pengecekan terhadap rumah dan barang mereka masing-masing,” ujarnya.

  Binsar, menyatakan memang ada isu-isu mengenai penyerangan susulan dan lain sebagainya, tetapi pihaknya sudah menyakinkan bahwa setiap titik masuk jalan-jalan yang ada di Wamena sudah ditempatkan pasukan TNI-Polri disana.

  “Kami sudah yakinkan bahwa setiap titik masuk jalan-jalan di Wamena sudah kami tutup semuanya. Kami tempatkan pasukan TNI dan POLRI untuk menjaga keamanan dan kenyamanan disana,” ucapnya.

  Pertamina sendiri belum berjalan di sana. Oleh karena itu, Binsar menyampaikan pihaknya mengandalkan apa yang sudah ada disana, tetapi untuk listrik sudah berjalan, gedung bulog sudah dilakukan pengamanan.

  “Kita harapkan satu dua hari ini sudah bisa berjalan normal, sehingga bahan bakar minyak (BBM) sudah bisa disuplai ke Wamena dari Jayapura lagi,” pungkasnya.

  Perlu diketahui bahwa saat ini masih ada pengungsian ada sekitar 5000-6000 orang yang berada di Polres, di Kodim, Lanud, Gereja-Gereja, dan Masjid-Masjid. Hari ini (kemarin-red) terdata sudah 1000-an orang yang telah dievakuasi oleh Pesawat Hercules TNI AU dan terus akan berlanjut. (bet/tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *