Pelaku Penembakan Tukang Ojek Lebih dari Satu Orang

Jenazah salah satu korban penembakan KKB di Ilaga saat diturunkan dari mobil jenazah untuk dinaikkan ke atas pesawat di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Jumat (27/9.

 

JAYAPURA- Polisi pastikan pelaku penembakan terhadap tukang ojek bernama  La Ode Alwi  (34) dan  Midun (25) di Kampung Amungi, Distrik Ilaga Utara, Kamis (26/9) lebih dari satu orang. Dimana pelaku diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto mengatakan pelaku masih dilakukan penyelidikan dan situasi di Kabupaten Puncak sendiri sudah kondusif.

“Kedua korban sudah diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan,” ucap Ary saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (27/9).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan kedua jenazah tiba di Bandara Mozes Kilangin sekira pukul 09.22 WIT.  Selanjutnya jenazah diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Peti jenazah dari Ilaga menuju Mimika menggunakan pesawat Enggang Air Service, Grand Caravan C208B/PK-RSD yang diawaki Capt. Pilot Irela Yudiasto. “Saat ini personel gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB,” ucap Kamal.

Sekedar diketahui, kedua tukang ojek yang tewas ditembak di lokasi kejadian usai mengantar penumpang di Kampung Amungi tepatnya di Jembatan Gantung.

Kedua tukang ojek tersebut tewas di tempat usai ditembak KKB. Anggota Polri yang menerima laporan langsung mendatangi TKP namun pelaku sudah melarikan diri ke arah hutan.

Secara terpisah Bupati Puncak, Willem Wandik menyayangkan penembakan terhadap dua tukang ojek yang dilakukan KKB.
Dia menyebut secara umum wilayah pegunungan termasuk kabupaten Puncak merupakan daerah ‘merah’. Karena sering kali terjadi aksi aksi kriminal yang dilakukan KKB.

Untuk itu, Bupati Willem Wandik meminta seluruh warga di Puncak harus selalu waspada.
“Saya sudah sampaikan kepada semua masyarakat Puncak supaya selalu  waspada. Daerah inikan sangat ekstrim karena keberadaan KKB. Setiap hari setiap waktu selalu ada,” ungkap Willem Wandik kepada wartawan di Sentani, Jumat (27/9).

Dia mengatakan, sebagian besar daerah pegunungan saat ini aktivitas gangguan keamanan sangat tinggi.

Dirinya berharap masyarakat Puncak tidak terpengaruh dengan  isu yang berkembang belakangan ini yang berpotensi memecah belah persatuan yang ada.

Diakuinya, saat ini aparat keamanan sudah ditempatkan untuk menjaga Kamtibmas di wilayah itu. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk ekstra waspada dalam melaksanakan kegiatannya.

Sejauh ini, situasi Kambtibmas di Kabupaten Puncak masih terkendali. Pemerintah, pihak keamanan dan juga maayarakat terus berupaya menjaga keamanan di daerah itu.(fia/roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *