Orang Mabuk Berulah, 150 Unit Kios Terbakar

Ilustrasi

PADAMKAN API: Masyarakat bahu membahu bersama personel TNI-Polri berusaha memadamkan api yang membakar ratusan kios di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (26/9) sore.

Bupati Oktemka: Ini Contoh Buruk dari Miras!

JAYAPURA-Diduga dipengaruhi Minuman Keras (Miras), sekelompok pemuda berjumlah tujuh orang melakukan pengrusakan yang berujung pada pembakaran sejumlah kios di Jalan Balusu, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintan, Kamis (26/9) sekira pukul 16.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, sebanyak 150 kios milik warga hangus terbakar diamuk si jago merah di Oksibil.

Para korban menurut Kamal, saat ini mengungsi di Koramil, Mapolres Pegunungan Bintang dan tempat ibadah. “Para pelaku sudah teridentifikasi oleh anggota kami yang ada di Polres Pegunungan Bintang,” ucap Kamal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, kemarin.

Terkait kebakaran tersebut, Kamal mengimbau semua pihak untuk menahan diri. Serta menyerahkan kasus pengurasakan dan pembakaran ditangani oleh Polres Pegununan Bintang.

Kamal menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 15.00 WIT. Dimana, sekelompok pemuda berjumlah kurang lebih 7 orang melakukan pesta miras di Pasar Mabilabol Distrik Oksibil. Selanjutnya pemuda ini melakukan pengrusakan meja dan jualan pinang yang ada di Pasar Mabilabol.

Pukul 15.20 WIT, patroli gabungan TNI-Polri yang dipimpin Ipda Budi Wahyono mendatangi TKP pengrusakan Pasar Mabilabol dan mengamankan salah satu pemuda berinisial Yu ke Mapolres Pegunungan Bintang.

Namun pemuda lain menurutnya tidak terima dan selanjutnya mengejar mobil patroli sembari berkata “kembalikan teman kami, kami akan kacau”.
Pukul 15.25 WIT, satu orang pemuda lainnya bernama Bo dalam keadaan mabuk meminta agar Yu dipulangkan serta menginformasikan bahwa para pemuda lainnya telah melakukan pengrusakan Pasar Mabilabol.

Pukul 15.45 WIT, Kabag Ren AKP M. Amir menyetujui permintaan Bo untuk memulangkan Yu yang diberikan arahan agar tidak melakukan pengerusakan lagi. Yu diantar pulang oleh anggota Satpol PP.
Pukul 16.30 WIT, terjadi pengrusakan dan pembakaran kios yang merembet ke tempat usaha lainnya yang berada di sepanjang Jalan Balusu yang dilakukan oleh sekelompok pemuda. TNI-Polri dan masyarakat nbahu membahu memadamkan api.

“Pembakaran tersebut sudah ditangani oleh Polres Pegunungan Bintang. Semua pihak agar mempercayakan penanganan kasus dimaksud. Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Secara terpisah, Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, SIP., membenarkan adanya insiden di Oksibil yang mengakibatkan terbakarnya seratusan kios.

“Itu karena orang mabuk. Jadi tadi ada orang mabuk kemudian diamankan oleh aparat. Aparat gabungan TNI-Polri awalnya melakukan operasi patuh dan mendapati orang mabuk yang kemudian diamankan ke Mapolres Pegunungan Bintang,” ungkap Bupati Oktemka saat dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (26/9) malam.

“Saat orang mabuk ini diamankan, teman-temannya tidak terima dan minta yang diamankan untuk dikembalikan. Aparat juga hanya mengamankan dan warga yang diamankan ini sudah dikembalikan,” sambungnya.

Namun sayangnya, ketika warga yang diamankan ini bersama rekan-rekannya pulang. Dalam perjalanan menurut Bupati Oktemka, massa diduga mengambil bensin dan membakar salah satu kios.

“Bangunan kios tersebut terbuat dari kayu dan berdempetan sehingga api cepat menjalar dan terjadi kebakaran besar. Jadi kebakaran ini sulit untuk dihindari. Sebab api sangat cepat menjalar membakar sejumlah kios,” jelasnya.

Bupati Costan Oktemka memastikan, insiden yang terjadi di Oksibil kemarin sore tidak ada kaitan dengan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini di Papua, seperti di Kota Jayapura dan Wamena. Insiden yang terjadi menurutnya murni karena minuman keras atau orang mabuk. “Kejadian di Oksibil tidak ada kaitan dengan masalah yang selama ini terjadi di Papua. Kejadian tadi (kemarin, red) hanya semata-mata karena orang mabuk,” tuturnya.

Terkait persoalan Miras, Bupati Oktemka mengatakan, Pemkab Pegunungan Bintang sudah melarang pemasukan dan peredaran minuman keras di Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun sangat disayangkan masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memasukan Miras ke Oksibil.

“Ini salah satu contoh buruk atau dampak dari Miras yang diperjualbelikan oleh pihak-pihak tertentu secara ilegal. Kami sudah berulang kali melarang itu, tetapi masih ada orang yang melakukan itu. Masyarakat bisa melihat bahwa ini salah satu dampak dari Miras. Kalau tidak ada orang mabuk, tidak akan terjadi seperti ini,”sesalnya.

Disinggung soal adanya kekhawatiran warga sehingga memilih mengungsi, Bupati Oktemka mengatakan, hal itu tidak terlepas dari beban psikologis bagi masyarakat atas kejadian di beberapa daerah di tanah Papua.

Namun Bupati Oktemka meminta masyarakat untuk tetap tenang. Sebab Pemkab Pegunungan Bintang bersama Forkopimda dan seluruh komponen sudah berkomitmen untuk menjaga Oksibil dan Pegunungan Bintang pada umumnya agar tetap aman dan kondusif. “Kami punya komitmen yang kuat untuk menjaga Pegunungan Bintang sebagai daerah yang aman,” tegasnya.

Mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Pagunungan Bintang tetap kondusif, Bupati Oktemka mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Forkopimda dan pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, ada dua hal pokok yang dibicarakan yaitu menangani masalah mahasiswa eksodus dan bagaimana menjaga Oksibil menjadi teman yang aman dan damai bagi semua orang.

Bupati Oktemka mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan yang melibatkan berbagai komponen untuk kembali mempertegas komitmen bersama untuk saling menjaga satu dengan yang lain tanpa memandang suku, agama dan ras. “Komitmen ini akan kita pertegas kembali bahwa kita semua sama yaitu warga Oksibil,” tambahnya.

Hal lain yang akan menjadi perhatiannya yaitu terkait masalah Miras. Bupati Costan Oktemka mengatakan, dirinya akan lebih memperketat masalah Miras.

Oleh sebab itu, Bupati Costan Oktemka meminta dukungan dari semua pihak. Mulai dari aparat keamanan sampai kepada masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah Miras yang selama ini menjadi pemicu. “Kami akan lebih mempertegas kembali soal pengawasan dan peredaran Miras di atas,” tutupnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *