PGRI Yakin Oknum Guru Tak Salah

Ketua PGRI Papua, DR Nomensen Mambraku (kiri) bersama Rektor Uncen, DR Ir Apolo Safanpo ST MT saat ditemui disatu kesempatan beberapa waktu lalu. (Gamel/cepos) 

JAYAPURA – Ketua PGRI Provinsi Papua, DR Nomensen Mambraku meyakini jika oknum guru yang disebut berujar kalimat tidak pantas kepada muridnya adalah tidak betul. Bertahun-tahun bergelut dengan dunia pendidikan, Nomensen memahami bagaimana cara mengajar para tenaga pendidik di Papua yang tidak mungkin berkata seperti yang dituduhkan hingga melahirkan bentuk protes dan berujung kerusuhan.

“Saya sudah kroscek ke rekan guru-guru yang lain dan saya melihat ada kalimat yang diplintir untuk menciptakan situasi kurang baik dan momentum itu dimanfaatkan betul oleh para pelaku,” kata Nomensen.

Yang ia dengar kalimat yang disampaikan guru tersebut kurang lebih berbunyi “Kamu harus belajar yang keras agar pintar dan tidak dianggap bodoh” nah kalimat Keras ini justru diplintir menjadi Kera kemudian dibawa keluar dan memprovokasi.

Kata Nomensen ia sangat meyakini tak ada ujaran seperti yang dituduhkan mengingat para guru di Papua memahami bagaimana membangun sebuah peradaban yang baik lewat pendidikan.

“Bukan saya membela tapi saya sangat – sangat yakin tidak ada kalimat itu (kera) dan kalau mereka mau protes kenapa tidak datang dan menanyakan ke sekolah? Mengapa justru memprovokasi keluar hingga terjadi kerusuhan. Saya melihat ada pihak yang coba memanfaatkan ini,” imbuhnya.

Ditanya soal keberadaan guru tersebut, kata Dekan FKIP Uncen ini dari komunikasi yang dibangun dikatakan guru tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. “Sekali lagi saya tidak membela dan saya meyakini tak mungkin ada kalimat seperti itu dilontarkan guru kepada muridnya,” imbuh Nomensen. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *