Kerusuhan di Expo, 7 Orang Jadi Tersangka

BESUK KORBAN: Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf A. Rodja saat membesuk salah seorang korban kerusuhan di Expo Waena yang dirawat di RS Bhayangkara, Selasa (24/9).Takim/Cepos

Gubernur Enembe: Tidak Ada Ruang Untuk Melakukan Tindakan Anarkis

JAYAPURA- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menetapkan tujuh dari 733 orang sebagai tersangka terkait aksi penganiayaan terhadap aparat keamanan TNI dan Polri di Expo Waena dalam aksi unjuk rasa, Senin (23/9).

Akibat penganiayaan tersebut menyebabkan satu anggota TNI bernama Praka Zulkifli gugur.

Sementara 726 orang mahasiswa yang sempat diamankan di Mako Brimob Kotaraja, telah dipulangkan ke asramanya masing-masing, Selasa (24/9).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif. Adapun ketujuh orang tersebut masing-masing berinisial AA, AD, YW, JK, YK, YB dan MK.

“Untuk 726 orang mahasiswa dipulangkan menggunakan mobil truk Brimob Polda Papua ke asrama mereka masing-masing,” jelas Kamal kepada wartawan, Selasa (24/9).

Ia menjelaskan, dari tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Lima diantaranya yakni YW, JK, YK, EB dan MK merupakan mahasiswa. Sementara AA dan AD merupakan masyarakat biasa.

“Ketujuh tersangka dijerat dengan pasal sesuai dengan perannya masing-masing. Yakni pasal 106 KUHP tentang makar dan  pasal 170 KUHP tentang tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” ucap Kamal.

Sebelum dipulangkan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, SIP., MH.,  menyampaikan nasehat kepada mahasiswa bahwa harus menjaga ketertiban di Kota Jayapura. Gubernur Enembe menegaskan, tidak ada yang melakukan hal yang bersifat kejahatan di kota ini.

“Kalian yang masih kuliah di luar daerah baik di Pulau Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia. Kalian harus tetap berkuliah. Untuk yang sudah kembali pemerintah daerah siap untuk mengembalikan kalian. Bila kalian tidak melanjutkan kuliah, rugi masa depan Papua. Maka kuliah menjadi prioritas utama, karena masa depan Papua ada di tangan kalian,” ucap orang nomo satu di Papua ini.

Sebagai orang tua, Lukas Enembe memberikan nasihat. Gubernur Enembe meminta mahasiswa melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa, tetap melanjutkan pendidikan dan menunjukkan kemampuannya.

“Kalau mau balik ke tempat studi pemerintah daerah sudah menyiapkan pesawat dan kapal laut untuk kembali,” ucap Gubernur Enembe.

Ia juga menegaskan tidak ada ruang untuk melakukan tindakan anarkis dan tindakan yang mengecewakan orang banyak. “Kalian punya masa depan masih panjang untuk menentukan masa depan Provinsi Papua,” tegasnya.

“Hari ini kalian dipulangkan oleh Polda Papua ke tempat tujuan masing masing. Setelah tiba, jangan ada kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa melakukan tindakan kejahatan,” sambungnya.

Selain Gubernur Papua Lukas Enembe, hadir dalam pemulangan mahasiswa Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf A. Rodja, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Ketua Komnas HAM perwakilan Provinsi Papua, para Kasatgas BKO Brimob Indonesia, pejabat utama Polda Papua dan Asintel Kodam XVII Cenderawasih. (fia/kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *