Aparat Jangan Menutupi Kesalahnya Dengan Mengkambing Hitamkan KNPB 

Ones Suhuniap (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Menanggapi pernyataan polisi yang menyebut ada massa dari KNPB yang menyusup di demonstrasi pelajar SMA PGRI di Wamena. yang berujung unjuk rasa dan kerusuhan , Juru Bicara Nasional (Jubir) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ones Suhuniap meminta pihak kepolisian tidak memfitnah organisasi perjuangan dengan mengalihkan isu yang sebenarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, KNPB melalui Juru bicara nasionalnya menilai Kapolres sedang melakukan pembohongan kepada publik. Karena sebelumnya KNPB sudah mengeluarkan imbauan untuk tidak ikut aksi tanggal 23 karena tidak mempunyai agenda resmi dari organisasi.

“Aparat penegak hukum di negara ini jangan selalu untuk tidak bisa menutupi kesalahannya dengan mengkambinghitamkan KNPB,” katanya di Jayapura, kepada Cenderawasih Pos, Selasa, (24/9).

“Setiap peristiwa kekerasan selalu tuduh KNPB. Apakah KNPB punya pabrik senjata? KNPB memiliki peluru untuk bunuh orang? Tidak! Yang punya senjata dan peluru adalah aparat kepolisian dan TNl jangan tuduh tanpa ada bukti,” sambungnya.

“Kami tegaskan Kapolres bohong kepada publik, orang  semua melihat di video bagaimana aksi itu, jadi tuduhan kepada KNPB adalah polisi lempar batu sembunyi tangan. Polisi harus bicara sesuatu sesuai dengan fakta di lapangan. Jangan hanya asal menuduh KNPB tanpa ada bukti yang jelas,” paparnya.

Bahakan ia menjelaskan  sebelumnya KNPB secara resmi keluarkan imbauan kepada rakyat Papua bahwa tidak ikut aksi pada tanggal 23 september 2019. ” Maka kami dengan tegas menolak tuduhan Kapolres Jayawijaya bahwa KNPB berpakaian seragam di Wamena itu kebohongan. Polisi harus mampu mengungkap siapa yang menembak 16 warga sipil tewas dan 65 lainnya terluka. Jangan selalu tuduh KNPB,” bebernya, (oel/luc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *