Tuntut Insentif, Guru SMA/SMK Ancam Mogok

 

WAMENA-Guru SMA Jayawijaya menuntut Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayawijaya segera melakukan pembayaran insentif mereka untuk tahun 2018 yang menjadi tanggungjawab Pemda Jayawijaya dan 2019 yang menjadi tanggungjawab Pemprov Papua. Apabila tidak dilakukan pembayaran maka dilakukan aksi demo, mogok mengajar dan menutup Sekolah SMA/SMK di Wamena.

  Mewakili guru SMA/SMK di Jayawijaya, Jordan Tabuni mempertanyakan insentif 2018 yang sesuai dengan surat edaran Gubernur Papua harus diselesaikan pemda Kabupaten/ Kota.

  “Kami telah bertemu bersama dengan Komisi V DPRP dan Bupati Jayawijaya April lalu dan saat itu bupati menyanggupi untuk membayar insentif itu dalam APBD Perubahan,”ungkapnya Minggu (22/9) kemarin.

  Menurutnya, setelah perubahan anggaran ini kalau tidak dibayarkan, maka ia bersama dengan para guru lainnya akan melakukan aksi kepada Bupati Jayawijaya, sebagai pimpinan daerah Bupati telah menjanjikan itu kepada para guru, sehingga pihaknya masih menunggu pembayaran ini.

   “Kami harus mempertanyakan masalah hak kami ini kepada Bupati yang telah menjanjikan hal tersebut sehingga kami akan kawal sidang APBD Perubahan di DPRD agar memastikan pembayaran kami dianggarkan atau tidak ,”jelasnya.

  Sementara untuk insentif tahun 2019 ini, kata Jordan Tabuni,  karena guru SMA dialihkan menjadi ASN di Provinsi Papua, maka Pemprov  Papua yang harus membayar insentif guru, SMA/SMK Di Jayawijaya, namun sejak Januari hingga September ini belum dibayarkan.

  “Kami akan turun ke Jayapura untuk bertemu dengan Komisi V DPRP dan mereka siap untuk memfasilitasi kami bertemu dengan Gubernur atau kepala Dinas P dan P Provinsi Papua,”katanya.

  Jordan Tabuni juga menegaskan apabila dalam waktu satu minggu Pemprov papua dan Pemkab Jayawijaya tidak merealisasikan pembayaran maka ia akan kembali menghimpun guru -guru SMA/SMK untuk melakukan aksi mogok mengajar dan menutup semua sekolah SMA dan SMK di Jayawijaya.

  “Kita akan melakukan aksi mogok apabila mereka tidak membayar, dan kita akan membuka sekolah apabila sudah ada pembayaran insentif kepada kami para guru ,”tegasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *