Serpihan Pesawat Rimbun Air Ditemukan

Tim Gabungan TNI-Polri dan Basarnas saat melakukan persiapan pencarian pesawat Rimbun Air PK-CDC milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri di Bandara Moses Kilangin. 

 

JAYAPURA-Hari kelima pencarian pesawat Rimbun Air PK-CDC milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri yang hilang kontak sejak Rabu (18/9) lalu, belum juga membuahkan hasil. Meskipun demikian telah ditemukan lokasi yang diduga terdapat serpihan pesawat.

Minggu (22/9) kemarin, tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas melakukan pencarian lanjutan. Pencarian hari kelima, Tim gabungan menggunakan pesawat Cesna CN – 235 milik TNI – AU dan Cesna CN nomor 2318 milik TNI AU.

Sekira pukul 06.33 WIT, helikopter PK – ZGM terbang melakukan pencarian dan pengecekan lokasi titik yang diduga terdapat serpihan pesawat oleh Tim gabungan TNI AU dan Basarnas.

“Pencarian hingga pukul 10.18 WIT belum memdapatkan hasil yang baik,” ucap Kepala Bidang Humas Polda papua, Kombes Pol. AM Kamal, Minggu (22/9).

Dikatakan, tim gabungan melakukan pemantauan di sekitar lokasi titik yang telah ditemukan menggunakan pesawat Rimbun Air PK CDJ, dengan 13 personel. Namun, sekira pukul 17.25 WIT, pesawat Rimbun air balik atau landing di Bandara Moses Kilangin yang menjadi posko karena situasi kondisi sudah gelap.

“Pencarian ditutup sementara dan akan dilanjutkan dengan proses evakuasi, Senin (23/9),” ungkap Kamal.

Kamal menyebutkan serpihan berwarna putih yang ditemukan diduga merupakan serpihan pesawat. Untuk itu, tim akan kembali ke posisi diduga sebagai serpihan pesawat. “Kendala yang dihadapi dalam proses pencarian yaitu cuaca yang sering berubah di daerah pegunungan,” jelasnya.

Pesawat Rimbun Air PK-CDC lost contact pada Rabu (18/9), sekira pukul 10.36 WIT tujuan Timika-Ilaga-Timika dengan 3 kru yang membawa 1 penumpang dan cargo beras bulog milik Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak.

Adapun identitas kru pesawat yakni Pilot: Capt. Dasep Sobirin, Co Pilot : Yudha Tutuco, Engineer, Ujang dan penumpang Hadi Utomo serta membawa beras Bulog milik Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak. (fia/nat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *