Ada yang Lebih Urgent Dibanding Istana Presiden

Kristina Luluporo (GAMEL/CEPOS)

JAYAPURA – Usulan dari perwakilan tim 61 di hadapan Presiden Joko Widodo untuk membangun istana presiden di Skow memang direspon positif oleh presiden. Bahkan presiden langsung menyatakan tahun depan pembangunan sudah bisa dimulai. Hanya saja dari usulan ini ternyata dianggap bahwa istana presiden belum terlalu dibutuhkan oleh Papua. Ada hal lain yang dianggap penting untuk dibantu jika memang presiden ingin menyatu dengan masyarakat  Papua.

Ketimbang pakai bangun istana  akan lebih baik dipikirkan bahwa uang itu sebaiknya dipakai untuk membangun hal lain di Papua atau Kota Jayapura misalnya jalan atau jembatan yang lebih dibutuhkan masyarakat. Jadi ikut merampungkan satu pekerjaan yang belum tuntas. “Kemarin ada pekerjaan jalan jembatan termasuk Jembatan Yotefa, nah akan lebih baik jika itu presiden membantu menuntaskan karena dengan sendirinya masyarakat akan menikmati termasuk banyaknya persoalan ulayat,” kata salah satu anggota Komisi III DPRP, Kristina Luluporo kepada Cenderawasih Pos belum lama ini di DPRP.

  Ini dianggap lebih bermanfaat ketimbang membangun gedung yang hanya digunakan saat waktu-waktu tertentu dan lebih banyak terbiar kosong. “Selesaikan masalah yang ada dan setelah itu mau yang lain ya silahkan. Jokowi orangnyakan simple-simple, mau berkantor di ruangan berapa saja tidak masalah tapi jika ditanya soal istana presiden tentunya Papua menurut saya belum membutuhkan itu,” imbuhnya. Sebelumnya aspirasi ini  dibacakan oleh Ondoafi Skow, Abisai Rollo ketika diundang bersama 60 tokoh Papua lainnya  ke istana negara dan disitu aspirasi ini disampaikan.  (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *