Polisi Kembali Temukan Industri  CT

Aparat Kepolisian Sat Narkoba Polres Jayawijaya saat   menemukan pabrik rumahan pembuatan miras jenis CT  fermentasi balo  di  salah satu  rumah di Jalan Irian Atas, Kota Wamena. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Pembuatan Miras lokal dalam Kota Wamena terus menjamur, belum sampai satu minggu, anggota Polres Jayawijaya kembali menemukan pabrik pengolahan miras lokal jenis Balo kemarin. Kali ini di satu rumah yang berlokasi di Jalan Irian serta mendapatkan pemiliknya dengan Inisial MH (37).

   Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, awalnya  sekitar pukul 10.15 WIT. Anggota satuan Reserse Narkoba Polres Jayawijaya, mendapat informasi terkait adanya pembuatan minuman keras lokal jenis CT (Cap Tikus), kemudian anggota Sat  Narkoba bergerak mendatangi TKP di satu rumah,  samping APMS Anugerah,  yang diduga memproduksi minuman keras lokal jenis Balo suling CT ( cap tikus).

  Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mengamankan barang bukti  3 buah kompor merk Hock, 1  buah ember warna merah ukuran 50 liter berisikan air nenas (ballo), 1 (satu) buah ember warna merah ukuran 70 liter berisi air nenas , 1 buah ember warna merah ukuran 40 liter yang   berisikan balo.

  Selain itu aparat juga menemukan 2 dandang besar   berisi    ballo, 2 buah bambu alat suling, 2 buah besi alat suling, 1 buah drum   dengan alat suling dan plastik roll, kini barang bukti yang ditemukan telah diamankan di Sat Narkoba Polres Jayawijaya bersama dengan pelaku.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya mengakui  saat ini masalah miras sedang menjamur di Jayawijaya. Para pelaku ini selalu memanfaatkan kelengahan dari anggota, dimana saat ini kepolisian sedang fokus untuk melakukan pengamanan pasca demo anarkis di beberapa tempat di Papua dan Papua barat, mereka memanfaatkan moment ini.

  “Para pelaku pembuat miras ini seakan tak jera dengan apa yang dilakukan, mereka selalu memanfaatkan situasi, saat kita sedang fokus melakukan pengamanan demo dan lainnya, mereka memanfaatkan moment ini untuk membuat miras kembali,”tegasnya kamis (19/8) kemarin.

   Menurutnya, untuk pelaku MH akan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, dan kepolisian juga akan melihat apakah yang bersangkutan ini pernah melakukan tindakan yang sama atau tidak, sehingga hukuman yang akan diajukan dalam sidang tipiring nanti harus lebih berat dari pada yang sebelumnya.

  “Kami menduga pelaku sudah dua kali tertangkap dengan melakukan hal yang sama, sehingga untuk sanksinya harus lebih berat, karena hukuman yang pertama seakan tidak membuat pelaku ini merasa jera dengan apa yang dilakukan,”jelas Tonny Ananda. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *