Camp Diserang, 5 Pekerja Pembangunan Jembatan Selamat

Anggota Polres Jayawijaya saat menemukan 4 Pekerja jembatan di KM 55 Arah Wamena, kemarin.

WAMENA-Camp pekerja jembatan di Jalan Trans Papua tepatnya di Kilometer 56 Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

Para penyerang mengancam akan membunuh para pekerja  jembatan tersebut. Beruntung 5 orang pekerja berhasil selamat usai berlari meninggalkan camp dan bersembuyi dalam hutan.

Anggota Polres Jayawijaya mendapat informasi adanya pengancaman yang dilakukan di Kilometer 56 Distrik Abenaho, Kamis (19/9) dini hari sekira pukul 01.30 WIT.

Info tersebut langsung direspon Polres Jayawijaya yang menurunkan personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya untuk mendatangi TKP.

Dalam perjanalan menuju TKP, personel Polres Jayawijaya bertemua dengan salah seorang pekerja jembatan yang berhasil melarikan diri dan sedang mencari signal handphone.

Pekerja yang selamat ini kemudian menginformasikan bahwa 4 orang rekannya masih berada di Kilometer 56.

Tidak lama kemudian personel Polres Jayawijaya kembali bertemua dengan 4 pekerja jembatan lainnya yang berhasil menyelamatkan diri. Keempatnya ditemukan  sedang bersembunyi di semak-semak pinggir jalan di Kilometer 55 arah Wamena.

Bersama para pekerja tersebut, personel Polres Jayawijaya langsung menuju camp pekerja jembatan yang dilaporkan diserang. Setibanya di camp pekerja, Polisi mendapati pintu camp terbuka dan barang-barang yang ada di camp berserakan.

Kelima pekerja jembatan yang berhasil menyelamatkan diri kemudian dibawa ke Mapolres Jayawijaya untuk dimintai keterangannya.

Dari hasil pemeriksaan, salah seorang pekerja mengatakan, sebelumnya sekira pukul 11.00 WIT, ada tiga orang tak dikenal datang ke camp dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Mereka meminta rokok dan uang.

Tidak lama kemudian, sekira pukul 11.30 WIT datang sekelompok orang sekira 10 orang menggunakan mobil,  langsung membongkar pintu camp. Hal ini membuat para pekerja langsung lari ke dalam hutan untuk mengamankan diri.

Sementara saksi lain menyebutkan  massa yang datang memakai mobil tersebut sempat mengeluarkan kata-kata ancaman akan membakar kamp dan membunuh para pekerja jembatan. Ancaman tersebut yang membuat para saksi lari menyelamatkan diri.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya melalui Kabag Ops AKP. R.L. Tahapari saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pengerusakan dan pengancaman yang dilakukan sekelompok masyarakat terhadap para pekerja jembatan di Kilometer 56, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo.

“Para pelaku ini sempat mencoba untuk melakukan pembakaran camp tersebut namun karena daerah Distrik Abenaho dingin sehingga tindakan membakar camp tersebut tidak bisa dilakukan atau tidak bisa terbakar,” jelas Tahapari via ponselnya, Kamis (19/9).

Upaya pembakaran camp pekerja menurut Tahapari, terlihat dari bekas upaya pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang datang menggunakan mobil. Selain berupaya membakar camp, sekelompok warga ini juga diduga mengancam para pekerja.

“Setelah kita temukan 5 pekerja jembatan yang bersembuyi di hutan pinggiran jalan, kemudian kita bawa mereka ke camp mereka. Di sana memang ada bekas pembakaran namun api tidak bisa membesar karena cuaca yang dingin,”bebernya.

Pihaknya memastikan dalam kasus ini tidak ada keterlibatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti yang terjadi di Kabupaten Nduga tahun lalu. Namun masalah lebih kepada rasa ketidakpuasan pembagian proyek pekerjaan yang dilakukan oleh Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jayawijaya.

“Kalau saya lihat tidak ada keterlibatan KKB dalam masalah ini. Dugaan kami lebih kepada rasa ketidakpusasan dalam pembagian proyek pembangunan jalan dan jembatan yang dilakukan saat ini diwilayah Kabupaten Yalimo,” pungkasnya.(jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *