Sebagian Masalah di Papua Disebabkan Miras dan Narkoba

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja memimpin serah terima jabatan Dir Narkoba dan Dir Tahti di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (18/9). (Elfira/Cepos)

Dir Narkoba dan Dir Tahti Polda Papua Diganti

JAYAPURA- Kombes Pol Totok Triwibowo resmi menjabat sebagai Dir Narkoba Polda Papua, menggantikan Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika, SH. Sementara Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Papua AKBP Leonardus Nabu digantikan oleh AKBP Simon Sahureka yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Bin Opsnal Dit Lantas Polda Papua.

Upacara Serah Terima Jabatan dan pelantikan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2316/IX/KEP/2019 tanggal 2 September 2019 dan ST/2406/IX/KEP/2019 tanggal 9 September 2019, dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (18/9).

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika, SH akan menduduki jabatan baru sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, sementara Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Papua AKBP Leonardus Nabu akan diangkat sebagai Pamen Polda Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja menegaskan bahwa serah terima jabatan merupakan tuntutan dan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga dinamika dan kinerja organisasi.  “Sekaligus merupakan bagian dari pembinaan personel di lingkungan Polri dalam rangka penyegaran dan peningkatan karir pejabat yang bersangkutan, baik pejabat lama maupun yang baru,” ucap Kapolda.

Kapolda meminta semua anggota tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena permasalahan di Papua itu sebagian disebabkan karena mengkonsumsi obat-obatan terlarang maupun minuman keras.

Menurutnya, kasus penanganan tindak pidana narkoba di tubuh Polri meningkat sepanjang tahun 2018. Sejumlah personel terjerat dua hal yakni menjadi pengguna narkotika dan pelanggaran pidana narkoba.

“Untuk Provinsi Papua, penyebaran narkotika dan obat terlarang lainnya didominasi oleh ganja yang berasal dari Papua Nugini. Selain ganja narkotika jenis sabu dan lainnya juga masuk ke Papua biasanya dikirim lewat pengiriman paket dan jalur kapal laut, kebanyakan tersangka dalam kasus narkotika di Papua menjerat pelajar dan mahasiswa,” paparnya.

Dirinya berharap kedepan bisa menekan dan bisa memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, semua harus betul-betul melakukan langkah-langkah yang terpadu untuk melawan narkoba langkah-langkah yang progresif yang mengalahkan kelicikan diciptakan para pengedar narkoba dan tidak kalah penting semua harus mengalahkan ego masing-masing ego sektoral.

“Bagi pejabat Dirtahti yang baru agar diatensi ingatkan anggota untuk tidak mendokumentasikan tahanan untuk alasan apapun, kedua dilarang untuk melakukan selfie dengan background rumah tahanan, apabila ada warga yang akan menemui tahanan agar melakukan pemeriksaan secara benar dan teliti dengan bantuan Polwan atau Ibu Bhayangkari dengan sasaran narkoba, sajam, HP dan barang-barang terlarang lainnya. Para perwira atau bintara senior agar rutin melaksanakan kontrol di rumah tahanan untuk hindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Kapolda juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika SH yang mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Narkoba Polda Bali. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *