Pembangunan SDM , Ekonomi, dan Kesehatan Lebih Diutamakan

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Portnumbay, George Awi  (Takim/Cepos)

George Awi: Pembangunan Istana Kepresidenan Jangan Membebani Daerah

JAYAPURA – Ketika Presiden Jokowi mengundang para tokoh adat ke Jakarta beberapa waktu lalu, sempat ada permintaan untuk perlunya dibangun Istana Kepresidenan di Papua, alasannya sederhana saja bahwa hal tersebut untuk mendekatkan pelayanan pemerintah pusat di Papua.

  Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Portnumbay, George Awi bahwa jika wacana tersebut disetujui oleh Pemerintah Pusat dalam hal Presiden tentu bisa bisa saja karena ada beberapa poin positif yang nanti bisa dirasakan oleh masyarakat Papua.

“Jika Istana Kepresidenan RI itu jadi dibangun maka kita masyarakat Papua untuk berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi lebih efektif dan efisien karena tidak harus ke Jakarta,” ujar Awi kepada Cenderawasih Pos melalui seluler, Rabu (18/9) kemarin.

Namun kata Awi, asalkan pembangunan Istana Kepresidenan tersebut untuk tidak membebani Pemerintah daerah melalui dana APBD tetapi kalau menggunakan APBN baginya silakan.

Pandangan dari LMA tersebut berbeda dengan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib yang mengatakan bahwa saat ini Papua tidak membutuhkan adanya pembangunan Istana Kepresidenan. “Yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah kehidupan dalam hal ini Pembangunan SDM bukan infrastruktur,”ujar Murib.

Dirinya mengakui bahwa ada yang lebih baik bagi masyarakat Papua seperti memperhatikan bidang bidang kesejahteraan rakyat seperti bidang kesehatan, ekonomi masyarakat, Pendidikan, SDM dan lainnya.

Karena bagi Murib selama beberapa kali presiden datang ke Papua hanya untuk memonitor semua pembangunan dan tidak ada agenda khusus untuk membicarakan kepentingan masyarakat Papua.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *