DPRP Papua Minta Komnas HAM Desak Kapolri Bebaskan OAP yang Ditahan

JAYAPURA – Anggota DPRP Jhon NR Gobay mengutarakan dalam pertemuannya dan akademisi Papua dengan Komnas HAM meminta agar Komnas HAM dapat mendesak Kapolri membebaskan orang-orang Papua yang ditahan setelah kerusuhan di Jayapura dan Sorong.

Dia menyebutkan mereka yang ditahan sebanyak delapan orang di Timika, 37 orang di Jayapura, 16 orang di Deiyai, 14 orang di Sorong, 16 orang di Manokwari, dan enam orang di Jakarta. Dia menekankan penahanan tersebut tidak bisa dibenarkan karena mereka memprotes tindakan penghinaan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Selain itu, kerusuhan di Papua telah menewaskan dua orang di Jayapura, sembilan orang,  termasuk satu personel di Deiyai, dan satu orang di Sorong.

“Pengiriman tambahan pasukan TNI/Polri ke Papua telah membuat masyarakat tidak nyaman. Oleh sebab itu, kami meminta pasukan tambahan itu segera dipulangkan dari Papua,” ujarnya.

“Presiden kalau datang ke Papua berdialog dengan semua kelompok, baik kelompok yang berseberangan maupun tidak, pasti akan datang. Jangan menciptakan kotak-kotak di Papua. Kotak orang Papua dan bukan Papua, kelompok Nusantara dan kelompok orang Papua, kelompok yang pro referendum dan kelompok yang tidak minta referendum. Nggak boleh. Kita ini sudah hidup bersaudara,” ujar John.

John juga meminta jaminan hukum kepada pemerintah supaya tidak terjadi lagi tindakan rasis terhadap orang-orang Papua dan beragam kelompok minoritas di Indonesia. Bahkan terkait hal ini pihaknya sudah mengiyakan permintaan agar Komnas HAM menurunkan tim investigasi ke Papua. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *