Mahasiswa Exsodus Juga Perlu Dibantu

Nioluen Kotoki

Jangan Hanya Korban Kerusuhan, Mahasiswa Exsodus Juga Dibantu

JAYAPURA – Komisi 5 Bidang Infrastruktur DPRP Nioluen Kotoki berharap bahwa pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten/kota di Papua harus juga memberikan bantuan kepada mahasiswa Papua yang melakukan Exsodus ke Papua.

Ia mengatakan bantuan dari pemerintah Pusat melalui Kemetrian PUPR dan Gubernur Papua sudah memberikan dana yang cukup besar bagi korban kerusuhan sebagai dampak dari demonstrasi rasisme di Kota Jayapura, dan hari ini mahasiswa Papua juga merasakan dampak yang sama karena diancam sejumlah ormas maka mereka memilih pulang ke Papua.

“Sebenarnya akar masalah belum diselesaikan. Ini yang kita sibuk sekarang ini hanya dampak, maka penanganan harus serius ada dana dari Pemprov dan PUPR juga bantu, (korban Kerusuhan) maka harus perlakukanya juga sama bagi mahasiswa yang exoduas ke Papua, karena akar masalah juga sama mereka kena dampak,” katanya di Jayapura, Senin, (16/9).

Lanjut Nioluen bahwa sementara untuk makan minum para mahasiswa Exsodus mereka sudah membuka posko, maka ini tangungjawab pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah.

“Ini (Exsodus Mahasiswa Papua) tangungjawab kita bersama, pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten/kota mereka juga kena dampak dari rasia di beberapa kota studi,” paparnya.

Terkait hal ini ia mengaku DPRP akan melakukan pendataan dan meminta keterangan langsung diri mahasiswa yang pulang.

“Kita (DPRP) akan melakukan kunjungan ke asrama Biak, Asrama Lanny Jaya, Tolikara dan lainya dan melakukan pendataan dan meminta informasi  langsung dari mahasiswa,” katanya.

Kotoki juga menyayangkan sejumlah pengalian isu yang tidak menyelesaikan substansi masalah rasisme hingga saat ini.

“Sebenarnya akar masalah belum selesai ini yang kita sibuk ini hanya dampak, maka penanganan harus serius. Mari kita fokus selesaikan akar masalah ini, masalah utama adalah ormas – ormas di beberapa kota studi itu mereka mengancam mereka,(mahasiswa Papua, maka kami minta Gubernur dan Bupati harus cepat tangani masalah ini, mengatasi ini karena perkulian suda berjalan trus jangan sampai mereka cuti,” katanya

Selain itu, ia juga meminta agar para mahasiswa menahan diri untuk berdiskusi dan menyelesaikan solusi bersama gubernur provinsi Papua dan pemerintah daerah.

“Pak Gubernur sudah undang tapi mahasiswa tidak hadir, adik- adik mahasiswa juga jangan mempertahakan pendapat dan harus terus berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemda untuk mencari solusi jangan sampai kalian koorban maka mahasiswa harus berpikir jerni, tapi mereka tidak hadir untuk diskusi bersama gubernur, maka kami minta saling menghargai, kita juga minta pak gubernur minta semua mahasiswa kuliah,” katanya.

Ia juga menambahkan ini masalah terjadi di Surabaya masyarakat Papua hari ini diarahkan ke persolan lain, maka semua harus fokus masalah yang terjadi dibeberapa kota studi.

“Baiknya itu dalam waktu dekat pemerintah lebih cepat membentuk tim gabungan, untuk mencari tahu apa penyebab mereka pulang ke Papua yang kita lihat banyak berbicara di media tapi tidak selesai, dan hingga kini sekitar 200 san lebih mahasiswa Lanny Jaya telah pualang ke Papua tapi ada yang langsung ke rumah, baik yang datang dengan Kapal dan Pesawat,” ungkapnya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *