Bupati Jhon: MRP yang Minta, MRP yang Tanggung Jawab!

Kunjungan Bupati Jayawijaya ke Asrama Mahasiswa di Makasar, Jakarta dan Surabaya kemarin.

 

WAMENA-Setelah melakukan kunjungan di tiga kota studi seperti Makasar, Jakarta dan Surabaya, Pemkab Jayawijaya memastikan banyak mahasiswa Jayawijaya yang telah kembali ke Papua, baik  di Wamena maupun di Jayapura. Namun, Pemkab belum memastikan jumlahnya, karena selama ini memang tidak pernah meminta mereka untuk kembali ke Papua.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menegaskan jika, pemerintah Jayawijaya telah memberikan imbauan kepada mahasiswa untuk tidak kembali dan tetap melanjutkan studinya, pemerintah tidak pernah minta mereka tinggalkan tempat mereka kuliah.

  “Kalau MRP yang minta mahasiswa untuk kembali, berarti MRP yang tanggungjawab karena kami tidak pernah mengeluarkan surat imbauan untuk mereka pulang ke Jayawijaya.”tegasnya Senin (16/9) kemarin.

   Bupati memastikan, pada umumnya hampir banyak yang sudah pulang, apalagi di Manado dari informasi yang didapatkan sudah banyak yang pulang. Meski belum sempat kesana, tetapi dari  informasi  didapatkan   sebagian besar mahasiswa yang kuliah disana sudah ada di Wamena maupun Jayapura.

  “Yang kami kunjungi kemarin seperti Jakarta, itu sebagian ada, tetapi sebagian sudah kembali. ini masalahnya karena orang tua yang panik minta mereka kembali, sehingga mengirimkan mereka tiket untuk kembali dan  masalahnya akhirnya anak-anak mahasiswa  ini kembali.”bebernya

   Dari tiga kota studi yang dikunjungi, kata Bupati Banua, seperti Jakarta sebagian mahasiswa masih ada dan sebagian lagi sudah kembali. Begitu juga dengan Makasar dan Surabaya, dimana  ada datanya untuk yang masih ada yang sudah pulang.

  “Masalah utama mahasiswa ini pulang hanya karena kurang komunikasi ditambah berita bohong jadi setelah saya memberikan penjelasan kepada mereka tentang situasi di Papua akhirnya mereka paham.”katanya

  Misalnya 26 orang yang tersisa di Makassar itu juga ingin pulang, tetapi setelah diberi penjelasan situasi Papua, akhirnya mereka memilih melanjutkan kuliah. Pemda juga mengundang Danramil, Kapolsek, Camat, Lurah, RT/RW untuk menjadi jaminan bagi mereka  mahasiswa yang kuliah di Makassar sehingga mereka tidak pulang.

  “Seperti halnya di Surabaya mahasiswa Jayawijaya yang berada disana tinggal 18 orang dan hampir sebagian besar telah pulang ke Papua, namun berapa jumlah yang kembali itu belum diketahui secara pasti dan mereka dipulangkan oleh orang tuanya,”tuturnya.

   Sementara untuk jumlah keseluruhan mahasiswa Jayawijaya yang berkuliah di Luar Papua pihaknya belum mendapat data dari Badan Kepegawaian daerah (BKD) karena mengenai data itu BKD yang mengetahui. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta data tersebut guna melakukan inventarisir mahasiswa Jayawijaya yang telah kembali ke Papua.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *