Mahasiswa Jayawijaya di Surabaya Banyak  yang Pulang

BupatiJayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat mengunjungi asrama mahasiswa Jayawijaya di Surabaya

WAMENA- Setelah Pemda Jayawijaya memastikan masalah keamanan bagi mahasiswa di Kota Studi Makasar dan Jakarta dalam keadaan baik, maka Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua melanjutkan kunjungannya ke asrama Mahasiswa Jayawijaya yang ada di Kota Surabaya. Di kota ini, ternyata banyak mahasiswanya telah pulang ke Papua

  Dalam kunjungannya ke Kota Studi Surabaya Jumat (13/9) kemarin , Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua berharap mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang berada di Surabaya dapat menahan diri dan bisa bersabar untuk bisa melanjutkan pendidikan kuliahnya.

“Saya ingin adik -adik mahasiswa yang ada di Surabaya ini bisa bersabar dan menahan diri. Serta tidak melakukan tindakan -tindakan yang tidak dinginkan dan lebih fokus untuk menyelesaikan kuliahnya,” ungkapnya via selulernya kepada Cenderawasih Pos,  Sabtu (14/9) kemarin.

  Menurutnya, Asrama Mahasiswa  Jayawijaya di Surabaya terletak  di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Keputih Perintis III Nomor 7 Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.  Bupati juga mengaku bahwa memang ada mahasiswa yang sudah pulang, namun sebagian juga masih berada di Asrama Mahasiswa Surabaya.

  Kata Jhon Banua, saat ini jumlah mahasiswa yang ada di Asrama Mahasiswa Surabaya sebanyak 18 orang dari jumlah keseluruhan sebanyak 60-an lebih. “Dari hasil diskusi yang dilakukannya dengan Anak-anak Mahasiswa Surabaya, pada dasarnya anak-anak masih trauma. Namun dengan pertemuan yang dilakukan ini kami kembali berharap ada ketenangan dari anak-anak mahasiswa Asal Jayawijaya untuk tidak pulang.”katanya

  Ia juga  meminta, anak-anak Mahasiswa jangan mendengarkan isu yang sembarangan, tetapi harus mencari kebenaran yang pasti dari informasi yang diterima sehingga tidak mudah terpancing, Untuk saat ini kondisi Papua sudah mulai kondusif, terlebih juga dengan Kondisi di Kabupaten Jayawijaya.

  “Kunjungan saya ke Surabaya sudah tepat, untuk melihat keadaan Mahasiswa dan tempat yang mereka tinggal, karena selaku kepala pemerintahan saya akan berupaya untuk melihat kebutuhan adik-adik Mahasiswa dalam hal ini fasilitas bangunan dan fasilitas lainnya.”bebernya

  Sementara itu, Salah seorang perwakilan Mahasiswa Jayawijaya, Acu Jikwa mengakui masih trauma dan tertekan dengan kejadian yang terjadi di Surabaya.”Untuk mahasiswa yang masih bertahan di Surabaya, lebih memilih untuk mengambil surat Cuti, bahkan saya juga sudah tidak lagi berkuliah.” bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *