HET Semen Bersubsidi Ditetapkan Rp 410 Ribu/Sak

Para pekerja di salah satu toko di Kota Wamena saat membongkar semen yang masuk ke gudang toko beberapa waktu lalu. Denny/Cepos

WAMENA-Kekosongan stok semen yang berujung pada kelangkaan di pasaran Jayawijaya membuat Pemerintah Jayawijaya mengambil langkah cepat untuk menetapkan harga semen bersubsidi dari Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) lewat Program Tol Udara hingga Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 410.000/sak ukuran 50 Kg.

  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Semuel Munua mengatakan, pemerintah daerah telah menetapkan harga jual semen bersubsidi dari program tol udara guna menyikapi masalah kekurangan stok semen dipasaran Wamena saat ini.

  “Kesepatakan harga sudah dibicarakan, walaupun terjadi kenaikan ongkos angkut dari Timika ke Wamena di tahun ini dimana untuk semen subsidi yang 40 kg Rp 310.000  dan Rp 410.000 ribu untuk yang 50 kg itu harga jual kepada masyarakat,” ungkap Samuel kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (11/9).

  Menurutnya, semen bersubsidi ini untuk stoknya banyak dan kini berada di gudang Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di Jayawijaya sekitar 1000 sak lebih. Hanya saja, penyalurannya lebih selektif dimana hanya diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan atau hanya bagi pembangunan rumah ibadah.

  “Misalnya ada permohonan 100 sak, setelah ada pengajuan ke dinas kita mesti cek ke lapangan lagi apakah benar rumah itu dibangun atau tidak dan tidak bisa langsung diserahkan sesuai permintaan, dan semen ini tidak bisa ke kontraktor, lebih ke rumah ibadah, masyarakat yang memang membutuhkan,”jelasnya

  Adapun syarat yang harus diajukan ke dinas, kata Sem, ialah membuat permohonan ke Dinas Tenaga Kerja, perindustrian dan perdagangan yang disertai foto lokasi pembangunan dan KTP yang bersangkutan, nantinya tim dari dinas akan melakukan pengecekan ke lokasi yang sementara dibangun untuk memastikan itu.

   “Kita akan berikan memo persetujuan dengan jumlah semen yang kita tentukan kepada distributor,  dimana Ada tiga toko yang memang menjual semen subsidi ini sesuai dengan kerjasama seperti PPI, PT. Abeka dan PT. Ninawakur,” katanya.

   Secara terpisah perwakilan PPI di Jayawijaya, Ibnu Rusidi mengatakan, mulai pertengahan Agustus lalu PPI mendatangkan subsidi dari Timika namun belum tersalurkan kepada konsumen. Hal ini karena  ada beberapa berkas yang belum terselesaikan salah satunya Tanda Daftar Pelaku Usaha Distributor (TDPU) sesuai peraturan bupati dan juga belum ada kesepakatan untuk penentuan harga pemerintah daerah dalam hal ini dengan Disnakerindag.

   “PPI hanya bersifat mengeluarkan semen setelah adanya rekomendasi dari Disnakerindag Jayawijaya untuk keluarkan memo berapa kebutuhan konsumen. Jadi intinya PPI siap salurkan semen subsidi ini, hanya memang awalnya belum ada kesepakatan harga, tetapi setelah disepakati masyarakat yang membutuhkan silahkan ambil tetapi harus ada rekomendasi dari Disnakerindag,” bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *