Dibangun 2009,  SPAM Kampung Muram Sari  Terbengkalai 

SPAM  yang dibangun  oleh PUPR sejak 2009  lalu  di  Kampung Muram Sari  Distrik Semangga-Merauke  terbengkalai dan tidak ditemukan  mata air di sekitar pembangunan SPAM tersebut. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-  Meski sudah dibangun sejak  2009 lalu atau 10 tahun lalu, namun  Sistem  Penyediaan Air Minum  (SPAM)  yang ada di Kampung Muram Sari, Distrik Semangga-Merauke  hingga  sampai  hari ini  terbengkalai.

   Pasalnya, sejak  SPAM yang diperkirakan bernilai ratusan bahkan miliaran  rupiah  itu  belum   pernah digunakan masyarakat sesuai dengan   tujuan dari pembangunan  tersebut. Bupati Merauke   Frederikus  Gebze, SE, M.Si yang  melihat  langsung SPAM  ini mengungkapkan bahwa sampai saat  ini  bangunan   penyediaan air bersih yang dibangun dari Kementrian  Pekerjaan  Umum  dan Perumahan Rakyat   Republik Indonesia tersebut  belum diserahkan kepada pemerintah  Kabupaten Merauke maupun kepada pemerintahan  Kampung Muram Sari. ‘’Siapa yang   harus bertanggung  jawab  kalau sudah begini. belum diserahkan sementara   sebagian sudah berkarat,’’ katanya.

  Kepala Kampung    Muram Sari, Waris   mengungkapkan bahwa  sejak  SPAM ini dibangun  belum pernah dimanfaatkan masyarakat. Persoalannya, kata dia, SPAM yang   dibangun   tersebut  tidak memiliki mata air.  ‘’Jadi  sudah dibangun  baru  kemudian dibor mencari   mata air. Saat dibor, ternyata   sama sekali  tidak ditemukan  mata air,’’ katanya.

  Semestinya, kata dia,   dilakukan    pencarian mata  air. Setelah   mata air ditemukan  barulah  insfrastrukturnya   dibangun. ‘’Tapi ini dibangun    dulu. Setelah   terbangun baru mereka bor  mencari  mata  air, tapi mereka tidak  dapatkan. Jadinya  seperti  ini,’’ tandasnya.

   Waris mengungkapkan, bahwa  SPAM   yang ada di Muram Sari, Distrik Semangga  Merauke ini  dibangun sekitar  tahun 2009  lalu. ‘’Ya, sekitar 10  tahun dari sekarang.    Tapi tidak  tahu, mau diapakan  kalau sudah begitu,’’ tandasnya.   

  Sementara dari  pantauan  media ini,  SPAM yang dibangun  tersebut sangat bagi karena  sudah  dilengkapi dengan system pengolahan  airnya  termasuk dengan menara  tangki untuk memompa air   naik ke atas  tanki selanjutnya dapat disalurkan  kepada warga  yang ada di  Kampung Muram Sari. Sayang, sesuai informasi  Kepala Kampung Muram Sari bahwa  di tempat  pembangunan  SPAM tersebut  sama sekali  tidak ada mata  air. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *