Menunggak Rp 3,4 M, Atlet TC Popnas Dikeluarkan dari Hotel

TINGGALKAN HOTEL: Dua orang atlet TC Popnas XV 2019 terpaksa meninggalkan Hotel Gamalama tempat mereka menginap selama TC, Selasa (10/9). (Takim/Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 120 atlet yang mengikuti training center (TC) Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV Tahun 2019, terpaksa meninggalkan Hotel Gamalama tempat mereka menginap selama TC,  Selasa (10/9).

Pihak hotel terpaksa meminta 120 atlet dari 6 cabang olahraga (Cabor) berkemas dan meninggalkan hotel lantaran adanya tunggakan kurang lebih Rp 3,4 miliar.

Lantaran belum ada penyelesaian pembayaran penggunaan hotel untuk mes, maka manajemen hotel sudah tidak mengizinkan atlet TC Popnas XV tersebut bermarkas di Hotel Gamalama yang berada di Abepura. Manager Hotel Gamalama, Ahmad F., mengatakan, manajemen hotel terpaksa mengeluarkan sejumlah atlet dari penginapan lantaran adanya tunggakan pembayaran dari bulan Juni hingga saat ini.

Belum adanya pembayaran tunggakan sebesar kurang lebih Rp 3,4 miliar menurut Ahmad berdampak besar pada operasional hotel. Salah satunya berdampak pada pembayaran gaji karyawan yang dua bulan terakhir belum dibayarkan.

“Tunggakan dari atlet tersebut sejak Juni hingga September kurang lebih Rp 3.400.000.000. Tunggakan tersebut untuk biaya kamar dan restoran para atlet. Kalau saya tidak mengambil keputusan maka semakin bengkak biaya yang kami tangani,” ungkap Ahmad yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, kemarin.

Dikatakan, selama ini 120 atlet TC Popnas menggunakan 52 kamar dengan harga Rp 550.000 perhari. “Tagihan yang sudah dibayar resmi hanya Rp 200 juta. Sementara kurang lebih Rp 200 juta lainnya dibayar di bawah tangan. Karena saya selalu mewarning untuk tidak menyediakan konsumsi atlet. Itu baru mereka beri pinjam uang dengan alasan pakai tahan-tahan,” tuturnya.

Ahmad mengaku selalu mendatangi dinas terkait untuk menyelesaikan tunggakan yang ada, namun sama sekali tidak ada respon.

Disinggung mengenai langkah yang akan dilakukan, Ahmad mengaku akan berkoordinasi dengan owner Hotel Gamalama untuk penyelesaian tunggakan pembayaran.

Sementara itu, dua karateka TC Popnas XV yang enggan namanya dikorankan mengatakan, selain tunggakan kepada pihak hotel, uang saku atlet juga baru satu kali dibayar.

“Uang saku, baru kami terima bulan April lalu sebesar Rp 2 juta. Sementara, untuk 3 bulan ini belum. Kami juga terpaksa harus keluar dari hotel karena ada tunggakan,” ungkap kedua karateka sebelum meninggalkan hotel.

Sementara itu salah satu Pelatih Tarung Drajat, Paul Brandofingreu menyebutkan, 120 atlet yang berhome base di Hotel Gamalama selama mengikuti TC berasal dari 6 Cabor. Yaitu, karate, silat, tarung drajat, panahan, tenis meja dan basket putra/putri.

“Dengan kondisi seperti ini, sejumlah atlet terpaksa kami pulangkan ke daerahnya dengan biaya pelatih masing-masing. Tinggal tunggu koordinasi selanjutnya,” ungkap Paul kepada Cenderawasih Pos.

Untuk Cabor tarung drajat, Paul menyebutkan ada 13 atlet dan 2 pelatih. Selama ini atlet dan pelatih diakuinya belum menerima uang saku selama 4 bulan.

Khusus untuk tarung drajat sendiri diakuinya sebanyak 13 atlet 2 pelatih uang saku selama 4 bulan belum dibayarkan sama sekali.

“Kalau uang saku untuk atlet Rp 2 juta perorang. Sementara pelatih Rp 3 juta perorang. Jadi total semua bisa mencapai ratusan juta rupiah,” sesalnya.

Paul juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait menyangkut tunggakan ini. Namun hingga kemarin belum ada respon sama sekali dari pihak yang bertanggung jawab atas sejumlah atlet maupun pelatih TC POPNAS XV 2019.

“Sementara kita pulangkan. Langkah selanjutnya kita tunggu petunjuk saja. Apakah kembali berlatih atau diberangkatkan,” tutupnya.(kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *