Jayapura Sudah Kondusif, TNI-Polri POLRI Terus Berkoordinasi

Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Binsar Parluhutan Sianipar (Takim/Cepos)

JAYAPURA – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan Situasi Jayapura sudaH kondusif, namun aparat TNI POLRI masi berjaga untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan terjadi.

“Sampai hari ini kami mendengar dan mengantisipasi gerakan lanjutan dari kelompok yang ingin menyuarakan protes rasisme yang terjadi di jawa,” ujar Sianipar ke Cenderawasih Pos di Makorem 172/PWY Padang bulan, Selasa (10/9) kemarin.

Namun dirinya juga menyampaikan bahwa melihat dari aksi jilid 1 dan jilid 2 awalnya saja isu rasisme disuarakan namun setelah pertengahan dan akhir isu tersebut berubah menjadi meneriakan Papua Merdeka.

“Ini yang kita tidak inginkan menerikan merdeka di dalam sebuah negera yang sudah merdeka, jadi jika aparat bertindak persuasif maupun represif merupakan prosedur yang dilakukan karena hal tersebut,”jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat Papua khususnya Jayapura untuk tetap melanjutkan aktvitas seperti biasanya. Dan bagi masyarakat di Papua  bahwa ide atau aspirasi sudah disampaikan ke gubernur Papua terus apalagi yang mau disampaikan.  “Jangan sampai aksi ke-2 kemarin yang diduga ditunggangi sehingga akhirnya berunjuk anarkis dan pengerusakan, tentu garus ditegakkan dengan proses hukum,’tegasnya.

Dikesempatan yang sama dirinya juga mendaptkan laporan bahwa kurang lebih 800 mahasiswa yang kembali dari luar Papua menuju Jayapura. ‘Tentu ini akan menjadi persoalan baru bagi beberapa pemda, dalam hal ini mereka mau tempatkan mereka dimana untuk melanjutkan kuliahnya,”katanya.

Lanjut Sianipar, bahwa dirinya mendengar ada kelompok tertentu memprovokasi sejumlah mahasiswa tersebut agar balik ke Papua. Dimana menyampaikan informasi bahwa di Jawa mahasiswa Papua bahwa seolah-olah kondisi Jayapura sedang gawat dan juga seolah-olah orang Papua dianiayai.

“Saya katakan di sini bahwa tidak ada hal seperti itu, bahkan kita suda koordinasi rekan-rekan kita di luar Papua untuk menjaga orang Papua seperti kami menjaga non Papua yang ada di sini,”jelasnya.

“Saya berharap mahasiswa yang ada di luar Papua untuk fokus berpendidikan supaya kelak akan menjadi agen perubahan dan pembangunan Papua sebagai tanah kelahiranya,”tutupnya.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *