Proses Seleksi 14 Anggota DPRP Tidak Perlu Dilakukan

Titus Lao Mohy (Robert Mboik/ Cepos)

 

SENTANI-Salah satu tokoh pemuda asal Yahukimo, Titus Lao Mohy berharap agar seleksi penempatan 14 kursi DPRP tidak perlu dilakukan. Karena hal itu dianggap hanya membuang buang anggaran.

  “Lebih baik anggarannya   digunakan untuk pembangunan infratruktur lainya di Papua,” kata Titus Lao Mohy kepada koran ini, Jumat (6/9).

  Dia menilai proses seleksi penempatan 14 anggota DPR Papua itu hanya terkesan formalitas. Pasalnya meskipun nanti sudah dilakukan tahapan seleksi melalui tim Pansel, namun pada akhirnya, catatan tim pansel ini tidak akan menjadi pertimbangan gubernur dalam menentukan siapa yang akan duduk.

  “Lebih baik itu diberikan kepada gubenur saja untuk menentukan siapa yang duduk menjadi anggota DPRP,”katanya.

   Ia mencontohkan dirinya yang pernah mengikuti seleksi pada periode lalu. Namun setelah hasil seleksi tim pansel ini diserahkan ke  gubernur, justru sejumlah nama yang sudah direkomendasikan dari tim pansel dinyatakan gugur. Kenyataan ini sangat disayangkan.

   Dia mengatakan, proses itu justru menyakitkan, bagaimana tidak, ada beberapa proses dan tahapan yang dilakukan dari awal proses seleksi itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.  Pihaknya tidak mempersoalkan lagi atas keputusan yang menggugurkan sejumlah nama hasil seleksi pansel tersebut.

   Namun yang disayangkan, justru proses itu terkesan hanya untuk pelengkap mekanismenya saja. Sementara untuk proses seleksi ini, negara mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Jadi, apalah artinya proses seleksi melalui tim pansel kalau pada akhirnya rekomendasi pansel tidak menjadi pertimbangan untuk 14 nama anggota DPRP asli Papua itu.

  “Misalnya saya dari daerah pegunungan, keluarkan biaya besar selama proses seleksi itu. Sampai di tangan gubenur kami tidak diakomodir. Artinya, nama nama itu sebenarnya sudah ada. Mungkin gubenur sudah punya nama  siapa yang akan duduk, karena itu juga tidak terlepas dari politik. Siapa yang bekerja untuknya. Sehingga saran saya proses seleksi itu tidak perlu dilakukan. Cukup gubenur yang tentukan, karena beliau sudah punya catatannya,” bebernya.(roy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *