Tiga Terduga Teroris Ditangkap Sebelum Bergabung MIT

Pengamanan Terhadap Istri Cegah Kejadian Sibolga

JAKARTA, Jawa Pos— Densus 88 Anti Teror menangkap tiga terduga teroris di Palu, Sulawesi Tengah. Ketiga orang yang ditangkap Selasa (3/9) diduga akan bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Istri dari tersangka juga sempat diamankan dan terjadi kesalahpahaman.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan dilakukan terhadap CA alias Enal, AU alias Angga, dan AS alias Putra di Sulawesi Tengah. Saat dilakukan penangkapan ketiganya ternyata membawa senjata tajam. ”Bahkan juga ada yang membawa kunci T,” tuturnya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti di tempat tinggal ketiganya, seperti senapan angin, buku merakit bom, panah, paku yang terpotong. ”Ada juga uang yang disita Rp 1,8 juta,” paparnya.

Diduga mereka akan melakukan amaliyah dengan tujuan mengumpulkan modal, logistik dan perbekalan. Tujuannya untuk membantu saat telah bergabung dengan kelompok Ali Kalora di Poso.”Masih didalami ya,” terangnya.

Salah satu dari ketiganya berasal dari Sibolga, Sumatera Utara. Dia menerangkan bahwa AU alias Putra asal Sibolga ini ditemukan terdapat sejumlah bubuk yang diduga bahan peledak. ”Dicek apakah TATP atau lainnya,” ungkapnya.

Di Sulawesi Tengah, sejumlah istri terduga teroris mengaku dilecehkan? Dedi menjelaskan bahwa sebenarnya hal tersebut tidak benar. Densusu 88 memiliki SOP dalam melakukan penangkapan. ”Khususnya untuk keselamatan petugas dan masyarakat,” terangnya.

Dilakukannya pengamanan terhadap istrinya sesuai dengan SOP itu tujuannya agar tidak terjadi seperti di Sibolga. Dimana istri pelaku melakukan bom bunuh diri dengan bom yang sudah mengitari lingkungan tempat tinggalnya. ”SOP ini berlaku universal, keselamatan diutamanakn,” paparnya.

Dedi menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga terduga teroris juga bagian dari pengejaran terhadap kelompok MIT. Agar kelompok tersebut tidak berkembang atau menambah jumlah anggotanya. ”agar pengejaran makin efektif,” ungkapnya.

Hingga saat ini diduga jumlah anggota kelompok MIT yang kini dipimpin Ali Kalora tidak lebih dari 7 orang. Kelompok ini masih bisa bertahan bertahun-tahun di Gunung Biru, Poso diduga karena masih adanya dukungan logistik dari sejumlah pihak. (idr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *