Sikapi Situasi Papua, Bupati Kumpul Kepala Kampung dan Kadistrik

Para kepala kampung dan kepala distrik ketika mengikuti arahan dari Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, SSi, MPd menyikapi situasi di Papua di beberapa hari terakhir ini. Mereka diminta supaya tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing. (Fiktor/Cepos)

Bupati Juga Minta Kepala Kampung Jangan Banyak di Kota

BIAK-Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd terus membangun komunikasi dengan semua komponen masyarakat menyikapi suasana di sejumlah daerah di Papua terkait dengan kasus rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan beberapa daerah lainnya.

  Kali ini giliran jajaran kepala kampung dan kepala distrik yang ada di wilayah Kabupaten Biak Numfor dikumpul, di Aula Gedung Wanita, Rabu (4/9) kemarin. Dari 257 kepala kampung dan 19 kepala distrik di Kabupaten Biak Numfor, hampir semuanya hadir dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Herry A Naap.

  Dalam kesempatan itu, para kepala kampung dan kepala distrik diminta supaya ikut membantu dalam menjaga suasana kondusif, aman dan damai di wilayah pemerintahannya masing-masing. Peran kepala distrik, kepala kampung dan jajarannya dalam mempertahankan  Kabupaten Biak Numfor tetap aman dan damai sangat strategis.

  “Saya meminta semua kepala distrik dan kepala kampung yang ada di Kabupaten Biak Numfor tidak meninggalkan tempat, kita semua harus menjadikan  kabupaten ini tetap aman dan damai,” papar Bupati di depan kurang lebih 200 kepala kampung.

  “Saya kira aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kejadian rasisme dan kekerasan di Surabaya, Malang dan beberapa daerah lainnya wajar-wajar saja, namun tidak boleh anarkis.  Jangan kita melakukan tindakan-tindakan yang nantinya merugikan kita sendiri, jadi saya minta sampai ke kampung-kampung supaya suasana aman dan damai tetap dijaga,” lanjut Bupati.

  Dalam kesempatan itu, Bupati juga kembali mengingatkan para kepala kampung dan kepala distrik supaya waktunya lebih banyak tinggal di tempat tugasnya dan melayani masyarakat dengan baik. Hal tersebut dinilai penting agar semua program pelayanan di masyarakat dapat berjalan dengan baik.

  “Jadi para kepala kampung dan distrik diberikan mandat untuk meyalani masyarakat, menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah diatasnya. Oleh karena itu, jangan banyak ke kota dan usahakan tinggal di kampung melayani masyarakat,” imbuhnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *