Tak Ada Referendum, NKRI Sudah Final!

Bupati Merauke Frederikus Gebze, Danrem 174/ATW Brigjen TNI  R. Agus Abdurrauf, SIP dan Forkopimda saat melakukan rapat koodinasi  terkait dengan situasi kamtibmas di Papua di Aula Mapolres Merauke, Senin (2/9).    (Sulo/Cepos)

 

MERAUKE-  Danremn 174/Ain Ti Waninggap Brigjen  TNI R. Agus Abdurrauf, SIP  menegaskan bahwa Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) sudah final  dan tidak dapat ditawar-tawar lagi.    

  Hal ini  ditegaskan Danrem 174/ATW Brigjen  TNI R Agus Abdurrauf  menyikapi adanya selebaran   terkait dengan referendum  untuk merdeka  pada Rapat Forkopimda, Pemda, TNI Polri, tokoh masyarakat, FKUB dalam rangka mengantisipasi  perkembangan  situasi guna menciptakan situasi Kamtibmas  yang aman dan kondusif di Kabupaten Merauke di Aula Mapolres  Merauke, Senin (2/9).

  ‘’Perlu saya sampaikan sejarah Papua integrasi dengan NKRI   itu sudah final.  Sesuai dengan deklarasi pada tahun 1969 dimana PBB  mengakui bahwa  Papua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ tandas    jenderal bintang satu tersebut.  Karena itu, menurut   Danrem Abdurrauf, jika masih ada imbauan untuk  referendum hal yang tidak masuk akal dan  masuk pembohongan.

  ‘’Kalau imbauan dari mereka-mereka untuk  referendum saya kira tidak masuk akal.  Itu  pembohongan,’’ tandas   Danrem.   

  Danrem menjelaskan  bahwa sudah ada Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) dimana   Pepera  ini telah disetujui oleh 80 negara. ‘’Pepera itu sama dengan referendum saat itu,’’ tandasnya.   

    Pada kesempatan  tersebut Danrem menyampaikan  bahwa persoalan yang terjadi sekarang ini diawali  dari kejadian Surabaya dan Malang   yang memang   kejadian-kejadian tersebut sangat menyakitkan   hati. Namun lanjut Danrem, persoalan  yang terjadi itu  telah ditangani secara serius  oleh pemerintah dimana pihak-pihak yang    melakukan ujaran kebencian atau rasisme  tersebut telah diproses secara hukum.  Menurutnya, kasus yang terjadi   di Surabaya tersebut diperparah dengan media sosial yang tak ingin  melihat Indonesia aman dan damai.

  “Saya samapaikan  bahwa ujaran kebencian dan rasisme tidak  boleh lagi. Mari kita sikapi  dan sama-sama untuk untuk mencari solusi terbaik.  Syukur alhamdullillah bahwa  Merauke, kita bisa minimalisir sedikit mungkin. Tinggal provokasi-provokasi dari dari rekan-rekan kita yang tidak ingin supaya kita tidak aman , tidak tenteram dan tidak damai  ini juga  bisa kita eleminir,’’ tandas Danrem.

  Sementara itu, Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung  menjelaskan   bahwa kondisi  kamtibmas di  Kabupaten  Merauke dari kota sampai  kampung-kampung  kondusif dan terkendali.   ‘’Hal tersebut, bisa  terkendali dengan aman bukanlah karena   hanya kinerja kami TNI-POlri. Tapi  tidak terlepas dari kinerja, koordinasi dan komunikasi dan sinergi seluruh masyarakat Merauke, tokoh adat, tokoh agama, Forkopimda  dan seluruh warga yang ada di Merauke,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *