Tak Ada Izin, Demo Bakal Dibubarkan

Bupati Jayaawijaya bersama dengan Forkompimda dan dua perwira tinggi dari TNI/Polri saat memantau lokasi objek vital dalam kota seperti APMS Lasminingsih dan Lapas Wamena. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Menyikapi maklumat yang dikeluarkan Kapolda Papua, maka Polres Jayawijaya memastikan tak akan memberikan izin bagi yang ingin menyampaikan aspirasi namun membawa senjata tajam maupun melakukan aksi -aksi yang berujung ke Anarkis yang dapat menimbulkan keresahan pada masyarakat.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya menegaskan bahwa dalam beberapa hari ini sangat sering terdengar adanya isu -isu demo besar -besaran di Wamena, sehingga membuat masyarakat resah. Namun pihaknya  memastikan jika tidak ada surat masuk ke pada kepolisian untuk melakukan aksi demo.

  “Karena tidak ada surat izin, otomatis tidak  ada izin sehingga kalau ada pergerakan masa yang memaksa untuk melakukan aksi demo maka kita dari kepolisian akan membubarkan aksi tersebut,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos via selulernya, Senin (2/9) kemarin.

  Mengantisipasi perkumpulan masa , kata Kapolres Jayawijaya, pihaknya bakal menempatkan personelnya di beberapa tempat yang dinilai sebagai tempat yang sering dilakukan pengumpulan massa, sehingga apabila ada pergerakan maka pihaknya langsung melakukan pencegahan di tempat, sehingga masa tidak terkumpul dan semakin besar.

  “Kami menduga pelaksanaan demo ini akan mengarah kepada anarkis, sehingga kami juga mengantisipasi hal -hal yang akan terjadi dengan terus melakukan pengawasan dengan patroli gabungan,” kata Tonny Ananda.

  Menurut mantan Kapolres Lanny Jaya ini, sejauh ini ia telah memerintahkan fungsi intelijen untuk melakukan pendeteksian. Bahkan mencoba untuk terus menekan isu -isu yang tidak pasti yang membuat masyarakat pendatang ini resah di Jayawijaya, sehingga dilakukan patroli sejak minggu Malam.

  “Sejak semalam kami sudah meminta kepada intelejen untuk terus melakukan pemantauwan sebab , jadi dan tidaknya aksi demo tersebut ini tidak diketahui secara pasti,karena memang tak ada surat pemberitahuan kepada kami tentang rencana aksi ini,”jelasnya.

  Ia menambahkan, masyarakat jangan terlalu terprovokasi dengan isu yang berkembang, kepolisian juga akan memberitahukan apabila ada situasi genting. Meski sampai saat ini tidak ada  aksi -aksi yang dilakukan , namun pihaknya tetap mengintensifkan pengamanan di dalam Kota Wamena.

  “Kita masih mengintensifkan pengamanan dalam kota dan beberapa objek vital di Kota Wamena seperti bandara, perkantoran, pembangkit listrik dan beberapa tempat lain yang dianggap untuk kepentingan masyarakatt banyak agar tidak terjadi hal -hal. Yang tidak diinginkan,”tambah Kapolres. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *