Dapat Bantuan 300 Personel Brimob dari Babel

Bupati Jayaawijaya bersama dengan Forkompimda dan dua perwira tinggi dari TNI/Polri saat memantau lokasi objek vital dalam kota seperti APMS Lasminingsih dan Lapas Wamena. (Denny/ Cepos)

Polres Jayawijaya Dalami Penyebaraan Berita Hoax

WAMENA-Polres Jayawijaya telah mengerahkan Tim Cyber Crime untuk melakukan pemantauan kelompok-kelompok tertentu yang menyebarkan berita Hoax yang meresahkan atau mempengaruhi masyarakat pendatang yang ada di Jayawijaya. Untuk menyikapi masalah ini, Polres Jayawijaya mendapat bantuan 300 personel Brimob dari Bangka Belitung.

    “Kita mendapat bantuan  300 personel Brimob dari Bangka Blitung yang akan diplot untuk mengamankan beberapa objek vital di Jayawijaya, kami juga sedang melakukan pemantauan terhadap penyebar informasi hoax yang menakut-nakuti masyarakat,” ungkapnya Kapolres  Jayawijaya AKBP, Tonny Ananda Swadaya ditemui di Wamena, Senin (2/9) kemarin.

  Menurutnya, Forkompimda Jayawijaya juga sepakat untuk melakukan pengamanan sehingga melakukan patroli Gabungan yang telah dilakukan sejak semalam, mengantisipasi situasi yang ada dan sampai dengan siang ini tak ada pergerakan massa yang mulai berkumpul.   “Saat ini FKUB Kabupaten Jayawijaya, PGJJ dan beberapa tokoh masyarakat juga sudah mulai bekerja menyampaikan bahwa Wamena ini harus dijaga bersama untuk membangun keamanan yang kondusif di tengah masyarakat,” jelas Tonny Ananda.

  Kapolres juga telah mengimbau   masyarakat tentang adanya maklumat Kapolda Papua, supaya tidak melakukan demo, tak membawa senjata tajam dan tidak menyebarkan berita hoax. “Maklumat Kapolda Papua telah dikeluarkan  dan harus dijalankan, kalau ada pihak -pihak yang memaksa melakukan demo maka saya akan bubarkan,” kata Tonny.

  Ia juga mengaku jika masih melakukan identifikasi siapa yang bermain dalam menyebarkan berita hoax ini, dimana dari kelompok -kelompok yang dari luar ini terus diwaspadai dan suara -suara yang berkembang dalam masyarakat juga masih terus dilakukan pemantauan agar mereka tidak terkontaminasi terus menyebarkan hoax.

  “Saya pastikan dalam penyebaran Hoax dan rencana aksi demo ini ada yang menunggangi , dan diyakini aksi yang direncanakan ini sudah mengarah ke anarkis, sehingga kita antisipasi jangan sampai kelompok tertentu yang ingin melakukan demo kita larang dan bubarkan secara persuasif,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *