BEM se-Kota Jayapura Tak Bertanggungjawab Aksi Anarkisme

Tuding Ada Pihak Ketiga yang Provokasi Massa

JAYAPURA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Jayapura tak bertanggungjawab atas aksi demo yang menyebabkan terjadinya anarkisme dan vandalisme di Kota Jayapura Kamis (29/8) pekan lalu.

  Alexander Gobay BEM USTJ mewakili seluruh BEM se Kota Jayapura mengatakan sejatinya aksi demo yang dilakukan oleh BEM pada Kamis (29/8) lalu adalah damai dan bermartabat dan tidak anarkis.  “Aksi anarkis yang di beberapa tempat beberapa ruko, kantor adalah di luar tanggungjawab BEM negeri dan swasta di kota Jayapura,” tegasnya kepada Cenderawasih Pos di Waena, Senin, (2/9) kemarin.

Ales Gobay menuding aksi anarkis dilakukan oleh pihak ketiga, dan di luar tanggungjwab BEM. Dan aksi demo pada Kamis (29/8) lalu merupakan aksi jilid II setelah aksi jilid I pada tanggal 19 Agustus 2019.

Menurutnya pada aksi damai tanggal 19 Agustus 2019 tidak ada anarkis. Dan semua berjalan damai aman tetapi dalam aksi jilid II ada pihak ketiga yang memprovokasi massa untuk melakukan anarkisme oleh karena itu BEM se Kota Jayapura menegaskan bahwa aksi anarkis adalah di luar tanggungjawab BEM se Kota Jayapura.

Untuk itu BEM se Kotq Jayapura mengatakan,  menolak rasisme terhadap bangsa Papua, dan mendukung resolusi hak penentuan Nasib sendiri bagi bangsa Papua sesuai dengan resolusi majelis umum PBB nomor 1514-1541 pada sidang umum PBB ke 74  pada bulan September  2019

“Kami minta pihak kepolisian segera membebaskan massa aksi yang masih ditahan, BEM perguruan tinggi sekota Jayapura menghimbau kepada seluruh rakyat Papua agar menjaga keamanan dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mengacaukan Papua,” katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *