Alokasikan Rp 16 M, Akhir Tahun UGD RSUD Biak Rampung

drg.Aloysius Giyai, MKes (Sulo/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengatakan bahwa pembangunan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Biak yang menggunakan anggaran sekiranya mencapai Rp 16 miliar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), diperkirakan rampung pada akhir tahun 2019 ini untuk kemudian dilakukan uji fungsi pada awal 2020 nanti.

Hal ini disampaikan drg. Giyai usai dirinya bersama Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, melakukan peletakan batu pertama pembangunan UGD RSUD Biak, Jumat (23/8) lalu.

“Bersama Pemkab Biak Numfor, kami berkomitmen agar RSUD Biak harus ditetapkan berakreditasi B, serta menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Teluk Cenderawasih pada 2021 nanti. RSUD Biak sempat turun kelas dari C ke D, sehingga kini memperbaiki kembali statusnya ke kelas C. Kami sudah meminta manajemen memenuhi kriteria SDM, sarana prasarana, fasilitas kedokteran,” jelas drg. Aloysius Giyai, M.Kes., Sabtu (24/8) lalu.

Kadinkes Giyai sendiri mengapresiasi Bupati Naap bersama Pemkab Biak Numfor dalam pembangunan di sektor kesehatan. Ini terlihat, selain dari pembanguan RSUD Biak, terdapat 9 dari 12 Puskesmas di Biak Numfor sudah terakreditasi.

Sementara Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, di sisi lain, mengapresiasi Pemprov Papua, secara khusus Dinas Kesehatan, dalam menyiapkan dan mengalokasikan anggaran bagi pembangunan UGD RSUD Biak.

  “Kami dari Pemda Biak akan terus mengawal pembangunan gedung ini agar dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu. Selaku Bupati, saya berkomitmen mendukung terus RSUD Biak dengan menambah fasilitas dan sarana prasana demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” terang Herry Ario Naap. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *