40 Persen Peserta BPJS Kesehatan Merauke Nunggak Iuran

MERAUKE- Kepala  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  Merauke Erfan Chandra N.,S. Farm, Apt, mengungkapkan bahwa  40 persen dari jumlah  peserta BPJS Kesehatan  yang ada di BPJS Kesehatan Merauke  yang meliputi Kabupaten Merauke,   Boven Digoel, Mappi dan Asmat, sekitar   40 persen menunggak pembayaran  iuran.

  Padahal, kata dia,    rata-rata  dari peserta yang menunggak  tersebut sudah pernah menggunakan manfaat dari  BPJS Kesehatan  tersebut. “Rata-rata yang   menunggak  adalah peserta mandiri  atau yang  membayar sendiri iurannya,’’ kata   Erfan Chandra, kepada media ini beum lama ini.

   Erfan Chandra berharap, para peserta   yang menunggak  tersebut semakin sadar  untuk membayar   secara  rutin dan tepat iurannya setiap bulannya   untuk  kelangsungan  pelayanan kesehatan  bagi  yang bersangkutan. Sebab, lanjut dia, sebagian dari peserta mandiri  tersebut baru akan membayar iurannya saat  akan menggunakannya dan sudah melakukan kalkulasi atau  hitungan-hitungan biaya yang akan digunakan  saat  berobat.

   ‘’Kalau   dia sudah hitung biaya rumah sakitnya sekian dan biaya  obat dan lain-lainnya sekian, ternyata lebih  besar  yang akan dibayar  dibandingkan  ikut sebagai peserta  BPJS Kesehatan  barulah mau bayar. Padahal,   BPJS Kesehatan ini sifatnya adalah gotong royong. Kalau    sekarang kita  tidak gunakan  maka orang lain  yang  bisa kita bantu  untuk pengobatan,’’ jelasnya.    

  Ditanya soal kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang    Merauke,  Erfa Candra menjelaskan bahwa sampai saat ini yang sudah terdaftar sebanyak 96 persen dari jumlah penduduk di 4 kabupaten  yang menjadi wilayah kerja dari BPJS Kesehatan Merauke. Erfa Candra menilai, trend penambahan peserta setiap bulannya  tidak   terlalu  signifikan. Ini karena   masyarakat  baru akan mendaftar saat mereka membutuhkan   pelayanan BPJS Kesehatan tersebut.

  “Saya imbau kepada masyarakat  mudah-mudahan semakin sadar dan mengurus kepesertaannya. Semakin cepat semakin bagus. Karena sesuai Perpres  Nomor 82 tahun 2018, bayi  baru lahir  saja sudah wajib. Begitu lahir, langsung didaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kalau bayi yang baru lahir sudah menjadi peserta, apalagi    yang anak-anak dan orang dewasa wajib  jadi peserta,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *