UGD RSUD Biak Dibangun dengan Dana Otsus Rp16 Miliar

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si,MPd dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung UGD RSUD Biak, Jumat (23/8) kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Pembangunan gedung baru Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Biak diupayakan tuntas akhir tahun 2019. Pembangunan  UGD yang didesain berlantai III itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giay, M.Kes, Jumat (23/8) kemarin.

  Pembiayaan pembangunan gedung baru UGD RSUD Biak itu menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diakomodir dalam APBD Pemerintah Provinsi Papua tahun 2019. Pembangunan UGD yang tergolong cukup mewah itu dianggarkan kurang lebih sebesar Rp. 16 miliar. Sementara untuk luas bangunan 35 m x 22 m.

   Bupati Herry Ario Naap mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas gedung pelayanan kesehatan di RSUD Biak merupakan salah satu perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya adalah gedung UGD yang pembangunannya dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Papua dengan menggunakan dana Otsus tahun 2019.

   Kata Bupati Hery, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga akan terus mendorong upaya-upaya pengembangan dan peningkatan sejumlah fasilitas gedung serta sarana ataupun prasana pendukung lainnya di RSUD Biak.

  “Tahun 2019 ini ada dua gedung pelayanan megah berlantai III yang sementara dibangun, satu UGD yang didanai oleh Otsus dan satu gedung Poli yang dibiayai oleh anggaran DAK tahun 2019 dengan jumlah kurang lebih Rp. 40 miliar. Harapan kami tentunya dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat berkesinambungan dalam rangka pengembangan RSUD Biak,” pungkasnya.

   Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai mengatakan, bahwa pemerintah Papua terus memberikan perhatian terhadap peningkatan pelayanan sector kesehatan di  wilayah Papua, salah satunya di Kabupaten Biak Numfor tahun 2019 ini.

   “Harapan bersama tentunya RSUD Biak ini terus ditingkatkan kualitasnya, pelayanannya dan sarana prarana pendukungnya. Saya kira penting karena rumah sakit ini dijadikan rumah sakit rujukan di kawasan Teluk Cenderawasih dan sekitarnya, tentunya disisi lain adalah untuk kepentingan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat khususnya lagi di bidang kesehatan,” ujarnya.

   “Jumlah pasien yang datang di RSUD Biak terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tentunya ini disebabkan karena RSUD Biak dijadikan masyarakat di kawasan Teluk Cenderawasih sebagai rumah sakit rujukan. Kekurangan-kekurangan yang masih terjadi seperti tempat tidur dan ruangan pasien terbatas tentunya kami akan berikan perhatian serius. Saat ini sudah ada 290 lebih tempat tidur dan itu tidak pernah kosong,” kata Plt. Direktur RSUD Biak dr. Ricard Ricardo Mayor, M.Kes menambahkan.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *