Stop Hoaks dan Provokasi

Ketua FKMP Uncen, Meky Raiwaki, dan Sekretaris FKMP Uncen, Yan P. Maay, saat memberikan keterangan pers di Kantor Graha Pena Cenderawasih Pos, Jumat (23/8) malam kemarin. (Gratianus Silas/Cepos)

Kapolres : Kota Jayapura Kondusif, Warga Jangan Panik!

JAYAPURA- Masih dalam kaitannya dengan peristiwa yang dialami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Forum Komunikasi Mahasiwa Papua (FKMP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua mengimbau aktivis, bahkan politisi maupun pejabat daerah di Provinsi Papua untuk tidak mengeluarkan statemen-statemen yang sifatnya dapat memprovokasi situasi.

Bukan apa, pasalnya, menurut Ketua FKMP Papua, Meky Raiwaki, statemen-statemen yang bersifat provokatif itulah yang dinilai dapat memperkeruh situasi di Papua. Salah satunya, sambung Raiwaki, isu bahwa akan dilakukan lagi demonstrasi di Jayapura. Namun, kemudian diketahui bahwa demonstrasi tidak dilakukan, sehingga informasi tersebut dinilai bermuatan hoaks yang sudah terlanjut menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga mereka jadi takut keluar rumah untuk beraktivitas.

“Kita imbau seluruh mahasiwa yang tergabung dalam badan kemahasiswaan, baik di tingkat universitas maupun fakultas, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,  mari kita duduk bersama dan melihat persoalan ini secara baik. Bukan sebaliknya kita membawa hal ini menjadi konsumsi publik yang justru malah menyesatkan,”  ujar Meky Raiwaki saat menyambangi Kantor Graha Pena Cenderawasih Pos, Jumat (23/8) malam kemarin.

Uncen, di sisi lain, kata Raiwaki, bukan sumber demonstrasi maupun terminal bagi orang untuk berkumpul untuk melakukan aksi demonstrasi. Menurutnya, itu bukan tujuan Uncen didirikan, sehingga jangan sampai masyarakat salah beranggapan bahwa Uncen menjadi basis dari aksi demonstrasi yang dilakukan.

“Itu tidak benar. Uncen bukan lembaga yang didirikan untuk urus demo, melainkan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk membangun Papua, bahkan Indonesia. Di sisi lain, kita harus belajar bagaimana memahami apa yang menjadi tugas mahasiswa, tugas pemerintah, dan tugas aparat yang berwajib. Artinya, apa yang menjadi tugas aparat, ya kita serahkan kepada aparat,” tambahnya.

Sementara itu maraknya isu yang beredar terkait dengan situasi Kota Jayapura, bahkan tersiar kabar akan ada aksi besar-besaran yang terjadi di Kota Jayapura. Membuat Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas angkat bicara.

Kapolres menegaskan bahwa situasi Kota Jayapura kondosif, sehingga itu warga diminta untuk tetap beraktivitas seperti biasa tanpa perlu merasa panik yang berlebihan.

“Jangan percaya berita maupun isu-isu yang tidak benar, atau tidak bisa dipertanggung jawabkan. Keamanan Kota Jayapura sumber resminya dari kepolisian terutama Polres Jayapura Kota dan Polda Papua,” ucap Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (23/8).

Kapolres mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kota Jayapura agar aman damai dan tentram, selain itu masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Patroli kami lakukan pasca aksi demo tanggal 19 Agustus lalu merespon kebutuhan masyarakat yang meminta Polisi untuk banyak patroli malam hari, kami sudah penuhi permintaan tersebut malah ada masyarakat yang menanggapinya lebay,” tuturnya.

Kapolres menyebut dari pantauan Polres Jayapura  aktivitas masyarakat normal dan tidak ada aksi demo yang dilakukan sejak Kamis hingga Jumat, Gustav menghimbau kepada lembaga ataupun Sekolah harus tahu berita yang benar dalam mengambil keputusan.\

“Kalaupun misalnya ada unjuk rasa, tentunya pihak Kepolisian yang memberikan  pertimbangan untuk keamanan,” katanya.

Ia menegaskan tidak boleh lagi ada demo yang mengangkat persoalan yang sama terkait dengan kejadian yang di Malan dan Surabaya, sebagaimana aspirasi sudah disampaikan pada tanggal 19 Agustus lalu.(gr/fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *