Pemerintah Pusat Harusnya Buka Jalur Perdagangan Papua-PNG

Herman Blaskadit SE MM (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Guna mempermuda jalur perdagangan  keluar negeri di  Indonesia Timur dan negara tetangga PNG. seharusnya pemerintah pusat membuka jalar Eksort dan Impar Laut, Udara dan Darat antara Papua dengan PNG.

Kepala Dindang Perdagangan Luar Negeri Herman Blaskadit SE MM mengatakan selama ini, ekspor dan import di Papua hanya berada di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah yang ada sementara di Papua belum ada.

“cuma ada lima tempat yang diijikan melakukan ekspor dan import yaitu Tanjung Perak, Makassar, Semarang, Jakarta, Balawan Sumatra. Jadi cuma lima ini yang bisa aktif ekspor,” katanya saat ditemu di Hotel Horison, Jumat (23/8).

Untuk itu, selama ini jika aktifitas ekspor dari Papua ke wilayah Pasifik harus melalui pihak ketiga dan harus dikirim ke Surabaya  terlebih dahulu baru ke wilayah Pasifik atau PNG.

“Ko mau dari Papua kirim kayu ke luar (PNG) harus ke Surabaya dulu, malah jauh lagi padahal Papua sangat dekat, sebenarnya dulu ada penerbangan internasional dari Biak – Honolulu tapi suda tidak aktif lagi,” katanya.

“Ini harus dibuka, karena menekan biaya, mata rantai perdagangan ini jangan berbelit! Ini juga mempergaruhi kualitas  komoditi misalnya ikan hari ini di kirim ke Cina butuh waktu 3 hari sedangkan harus ke Surabaya lagi, kapan sampai ke Cina pemerintah harus pikir ini,” sambunganya.

Sebelumnya Presiden telah melakukan penamdatanganan kerja sama dengan PNG, maka  tingal jalur kerja sama ini yang ditingkatkan di Papua.

“Khususnya lagi kerja sama Papua ke  PNG harus ditingkatkan, jadi hal yang ada di PNG bisa kita  dapat begitu juga sebaliknya harus kita saling mengisi,” harapnya. (oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *