Pdt. D Wandokbo: Hanya Tuhan yang Bisa Selesaikan Persoalan Nduga

Suasana Ibadah yang Pray For Nduga yang berlangsung di Lapangan Trikora, Jumat, (23/8). (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Presiden Gereja GIDI Pendeta Dorman Wandikbo mengungkapkan masalah konflik Nduga yang terjadi saat ini hanya dapat diselesaikan dengan campur tangan Tuhan Yesus Kristus. Umat Kristen di Papua bersama masyarakat Nduga diminta berseru kepada Tuhan Ydan tidak mengandalkan manusia dalam persoalan konflik Nduga.

Ungkapan ini disampaikan pada puncak acara ibadah doa pemulihan bagi Nduga yang berlangsung di Lapangan Trikora Abepura, Jumat (23/8). Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaat gabungan baik mahasiswa dan masyarakat, aparat TNI/Polri dan berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa syukur.

“Kembalikan Nduga untuk kemuliaan Nama Tuhan, karena pembelahan kita hanya datang dari Tuhan Yesus,” katanya dalam khotbanya.

“Ini suda terbukti hutan tanah, ikan, burung hak hidup orang Papua, hak politik, Freeport sudah diambil habis  tapi yang tidak bisa diambil dan di jual dari orang Papua hanya satu yaitu iman kita kepada Tuhan Yesus kristus,” katanya.

Dirinya menambahkan selain itu yang bisa menyelesaikan masalah Nduga ketika umat Tuhan hidup dalam pujian penyembahan.

mungkin hari ini, rumah kita dibakar, keluargga kita di hutan dan  dan gereja di bakar atau kampung kita di bakar saya mau sampaikam bahwa dengan pujian penyembahan kita akan tenang  dan sukacita karena bagi Tuhan masalah Nduga itu kecil, mari masyarakat Papua hidup dalam pujian penyembahan,” paparnya.

Dirinya menambahkan bahwa Papua adalah rumah pujian dan penyembahan sehingga masalah Nduga yang dikatakan orang sulit dan dnegan kejahatan apapun dapat di kalahkan dengan pujian dan penyembahan.

” kita dapat pukul, dapat tempar dicaci maki, dapat pukul orang Papua harus menyayi, hitam hitam begini tapi ada dalam rencana Tuhan,” paparnya.

Kata dia hingga kini dari 13 Klasis dan 111 kampung dengan 5000 orang  sudah mengungsi, maka jangan meminta orang lain di kantor  menyelesaikan masalah Nduga yang  bisa menyelesaikan masalah Nduga dengan meminta kepada Tuhan.

“Tuhan sedang menjaga masyarakat Nduga, Nduga tidak bisa menjadi kabupaten tapi karena injil masuk maka kabupaten jadi, maka harus ada punjian penyembahan di Gereja, dan kenapa kita pelu berdoa bagi Papua, karena Nama Tuhan akan tinggal selama-lamanya di negeri ini walaupun gedung ditutup dan Gereja,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga diisi dengan berbagai kesaksian oleh para pengungsi Nduga yang berhari – hari di hutan tanpa makan minum dan kesaksian para hamba Tuhan yang sangat mengharukan juga memguatkan iman jemaat saat itu. (oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *