Masyarakat Jangan Terprovokasi Penembakan di Pasar Jibama

WAMENA – Pemerintah Jayawijaya bersama Forum kerukunan Umat Beragama serta persatuan Gereja Gereja Jayawijaya meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kejadian baku tembak yang terjadi  terminal angkutan umum pasar Jibama yang menelan korban jiwa dari masyarakat yang diduga sebagai kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk ke Kota Wamena.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengimbau kepada seluruh masyarakat Jayawijaya agar tidak terprovokasi dengan aksi terror yang dilakukan kelompok KKB hingga harus dilumpuhkan di terminal angkutan umum Pasar Jibama Wamena Distrik Hubikiak, lantaran korban yang dilumpuhkan sama sekali tidak dikenali di Wamena.

  Menurutnya, kejadian ini murni adanya seseorang warga yang tidak dikenal membawa senjata api dan   menodong masyarakat dan mengeluarkan tembakan. Bahkan ada anggota kepolisian yang terluka serta anggota keamanan   di pasar tersebut sehingga aparat harus mengambil langkah tegas untuk melumpuhkan pelaku agar masyarakat yang berjualan tidak menjadi korban karena pelaku memiliki senpi.

  Kejadian ini kebetulan kami juga dengan TNI Polri lagi lakukan patroli, pas kejadian ini saya berharap ke masyarakat jangan terpancing, karena yang terjadi di terminal Pasar Jibama ini orang yang kita tidak kenal menggunakan senjata api menodong masyarakat maupun aparat dan keluarkan tembakan.”imbaunya Jumat (23/8) kemarin.

  Bupati menyatakan jika, pelaku empat kali keluarkan tembakan sehingga mengenai anggota polisi kena satu dan masih di rumah sakit dan jika pelaku tidak dilumpuhkan pasti bahaya untuk yang lain atau masyarakat yang sedang berjualan, maupun yang ada di terminal angkutan umum  pasar jibama.

  “Pelaku yang tidak dikenal ini memang mengganggu kamtibmas di Jayawijaya. jadi kita ambil tindakan dan sikap yang tadi dengan cepat, kalau tidak banyak yang kena tembakan dari masyarakat,”tegasnya

  Secara terpisah Sekretaris FKUB Jayawijaya Pdt Alexander Mauri  mengaku pihaknya sudah membuat wadah untuk menampung aspirasi, bahkan telah difasilitasi dengan melakukan KKR dan doa bersama, sehingga FKUB berharap semua warga bersatu untuk menjaga situasi yang aman di kota Wamena.

  “Kita semua punya peran untuk menjaga Wamena sebagai Kota Damai Aman Nyaman Dan Indah (DANI), , sehingga masyarakat Jayawijaya tetap tenang, ada Tuhan , Aparatur pemerintah , Gereja  yang bersinergi menjamin kemanan di Jayawijaya.  sehingga FKUB menyatakan situasi di Kota Wamena aman dan Kondusif,”bebernya

  Di tempat yang sama Ketua PGGJ Pdt. Yoram Yogobi menyatakan jika PGJJ mengimbau kepada seluruh umat Tuhan , terkait dengan insiden yang terjadi di Pasar Jibama, diimbau agar masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi untuk tidak melakukan tindakan –tindakan yang tidak terpuji,

  “Ada aparat yang berwenang menyelesaikan masalah yang terjadi ini dengan baik, kita minta kepada semua pihak khususnya aparat keamanan , pemerintah bisa menyelesaikan masalah yang ada di Jayawijaya.”jelasnya

   Ketua PGGJ juga akan menyurat ke setiap gereja untuk bisa dibacakan di mimbar –mimbar gereja agar ada petunjuk untuk memberikan keamanan di Kota Wamena kepada masyarakat sehingga masyarakat juga mengetahui dan bersama –sama menjaga keamanan ini.

   “Perlu disampaikan sampai dengan saat ini situasi dan kondisi di Jayawijaya sedang aman dan semua berjalan dengan baik, jangan terprovokasi dengan isu yang berkembang,”tuturnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *