Anianya  Perempuan, Oknum Pelatih Bola Dituntut 16 Bulan 

MERAUKE-Antonius  Mawen Bifak  (32) yang memiliki profesi  sebagai pelatih  bola dituntut selama 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Leonard Hasudungan Tambunan, SH,   dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Merauke,   Kamis (22/8).

  Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah melakukan penganiayaan terhadap korban  Astrid Megaria  Ndun. Kasus penganiayaan    ini dilakukan terdakwa, di Jalan Raya Mandala depan Bank Papua Merauke, Sabtu 15 Desember 2018 lalu sekitar   pukul 00.30  WIT.

  Kasus penganiayaan  yang terjadi ini saat terdakwa dalam keadaan mabuk,  ada bersama dengan saksi Surisno Novi Teni dan Kristanto Ndun  di depan  Trakindo. Kemudian  korban menunjukkan tangan kepada korban  dan mengatakan saya tahu ko bapak pejabat makanya sombong. Namun korban  tidak menanggapi  ucapan terdakwa tersebut.

  Kemudian korban memberikan uang kepada  saksi Surisno Novi Teni sebanyak Rp 300 ribu untuk membeli minuman keras,  selanjutnya menyuruh Kristanto Ndun membeli minuman keras.  Beberapa saat kemudian, saksi  Kristanto datang membawa minuman keras. Kemudian korban bersama dengan para saksi  dan terdakwa minum minuman keras tersebut secara bersama. Saat minuman tersebut dituangkan  ke dalam gelas terdakwa, terdakwa  mengatakan  masih kurang sehingga  minumannya akan ditambah.   

   Namun  terdakwa menolak dan  mengatakan kamu-kamu  pembunuh. Kemudian Agustina menjawab   perkataan terdakwa, “jangan bicara  begitu, kita disini ingin  bersenang-senang bukan mau bicara-bicara, sehingga terdakwa terdiam. Namun sekitar 10 menit kemudian, terdakwa menuju ke arah korban dan mengatakan

  ‘’Iyo saya tahu ko  pu bapak pejabat jadi beli minuman jadi ko sombong.  Bahasa  tersebut berulang diucapkan terdakwa sehingga korban langsung menampar pipi  terdakwa. Terdakwa berusaha membalas namun digagalkan. Kemudian memukul   saksi Kristianto dan  Novi.  Kemudian terdakwa balik ke rumahnya. Namun tak lama kemudian terdakwa balik dan membawa   parang dan menyerang korban  Astrid  Megaria  menyababkan korban mengalami luka pada  lengan  tangan kiri dan kepalanya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *