BTM: Warga Kota Jayapura Penyabar dan Cinta Kasih

Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (Priyadi/Cepos)

Pdt. Lipiyus Biniluk Minta Masyarakat Tenang

JAYAPURA-Kota Jayapura merupakan miniatur Indonesia dimana masyarakatnya hidup rukun dan damai. Kondisi yang aman dan damai ini menurut Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., bisa tercipta dan terpelihara karena orang-orang yang tinggal di ibukota Provinsi Papua ini adalah orang-orang baik, penyabar dan cinta kasih.

Putra asli Port Numbay yang memiliki akronim nama BTM ini menyebutkan selama ini orang yang benar-benar sudah  makan, minum, tidur dan tinggal di Kota Jayapura, tentu ada rasa memiliki, menyayangi dan berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Jayapura.

 “Kota Jayapura adalah miniaturnya Indonesia. Bagi saya orang yang tinggal di Kota Jayapura sudah orang Port Numbay. Namun yang penting harus taat aturan, punya identitas diri lengkap, dan ada rasa memiliki maupun partisipasi dalam segala aspek pembangunan ini sudah cukup,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/8).

Terkait dengan aksi demo yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat hingga menimbulkan kerusuhan, BTM meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing.

Dirinya juga memberikan waring kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkot Jayapura agar tidak terpancing dengan aksi-aksi demo, apalagi sampai menjadi provokator dalam aksi demo. “Jika memang ada oknum ASN Pemkot Jayapura yang terbukti melakukan itu, maka oknum ASN tersebut tetap akan kena sanksi tegas,” tuturnya.

Dikatakan, sebagai seorang ASN atau abdi negara, tugasnya harus bisa memberikan contoh atau keteladanan yang baik kepada masyarakat serta mampu memberikan pelayanan yang maksimal, efektif, efisien dan kredibilitas.

  “Di Kota Jayapura masih sering ditemukan aksi demo. Saya minta ASN Pemkot Jayapura jangan ada yang ikut-ikutan demo atau menjadi provokator. Kita di Kota Jayapura sudah aman, hidup rukun berdampingan dan tingkat keamanan masih kondusif. Jika ada masalah di luar Papua, jangan malah dibawa ke Kota Jayapura dan saya wanti jangan ada ASN yang ikut-ikutan,” tegasnya.

BTM juga meminta kepada seluruh jajarannya dan masyarakat Kota Jayapura pada umumnya agar lebih bijak dalam menerima informasi. Setiap informasi yang diterima menurut BTM harus disaring terlebih dahulu dan dicek kebenarannya. “Jangan malah ditambah-tambah atau dikurangi lalu disebar kepada yang lain. Padahal belum dicek kebenarannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th., mengapresiasi masyarakat Papua dalam menyikapi kejadian yang terjadi di luar Papua dengan tenang.

“Kami juga memberikan apresiasi  kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Papua dimana cukup bagus dalam berkomunikasi dan koordinasi sangat humanis dengan peserta unjuk rasa, sehingga berjalan dengan tertib dan aman. Semua elemen mendukung dengan baik, mari kita jaga tanah ini karena Tuhan pun akan senang jika tanah Papua aman dan damai,” ungkap Pdt. Lipiyus Biniluk di kantor FKUB Provinsi Papua, Selasa (20/8) lalu.

Pdt. Lipiyus Biniluk berharapke depan situasi di Papua bisa lebih kondusif lagi. Untuk itu, dirinya mengimbau seluruh masyarakat Papua termasuk mahasiswa Papua di seluruh tanah air agar tetap tenang dan fokus belajar serta menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menyerahkan penyelesaian hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan dugaan kekerasan atas rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan tempat lainnya. (dil/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *