Awas!! Kosmestik Berbahaya Beredar

Pengawas Farmasi dan Makanan ahli I Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura, Rudolf Bonay bersama tim saat melakukan sidak di toko kosmetik yang ada di jalan Irian Wamena. (Denny/Cepos)

WAMENA-Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura, Provinsi Papua memastikan masih banyak kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan tak memiliki izin edar didapatkan di pasaran Wamena. Masalah ini ditemukan usai tim melakukan pemeriksaan terhadap kosmetik di beberapa pertokoan yang ada dalam kota Wamena

  Karena itu, Pengawas Farmasi dan Makanan ahli I Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura, Rudolf Bonay meminta kepada masyarakat untuk lebih jeli memilih make up.

“Di beberapa tempat kami temukan banyak kosmetik yang tanpa izin edar yang sebagian besar diambil langsung dari Jakarta oleh pemilik toko, tetapi kami sudah lakukan pembinaan dan kosmetik-kosmetik tersebut langsung dimusnahkan oleh pemilik sendiri di lokasi.”ungkapnya saat ditemui di Jalan Irian Wamena Kamis (22/8) kemarin.

  Menurut Rudolf Bonay, ada beberapa kosmetik yang diambil sebagai sampling tetapi sebagian besar dimusnahkan sendiri.  Ia mengaku   dalam pemeriksaan itu juga ada beberapa pedagang yang memang melakukan pelanggaran di tahun lalu, bahkan pihaknya sudah melakukan peringatan keras,

   “Kalau sudah berturut-turut maka dilakukan pembinaan, kemudian kalau masih juga mengedarkan tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya kosmetik tersebut maka  barangnya diamankan kemudian diproses.”tegasnya

  Menurut Rudolf, bahan berbahaya di kosmetik yang diedarkan ini seperti hidrokinon misalnya di pemutih kulit wajah, lalu ada mercuri. Pada lipstik ada yang menggunakan  pewarna yang dilarang.  Untuk itu, disarankan masyarakat   jika membeli kosmetik lihat yang ada izin edar Badan POM.

  “Kalau digunakan efeknya mungkin tidak secara langsung, tetapi jangka panjang bisa merusak kulit bisa juga kanker kulit efek paling berbahaya.”bebernya

  Ia menambahkan, masyarakat juga harus cerdas memilih kosmetik. Artinya  masyarakat harus melihat jika barang itu merk terkenal kemudian dijual dengan harga yang sangat murah. Contohnya Maybelin, NWX lalu produk-produk oriflame yang tidak memiliki izin edar bisa dibilang itu produk ilegal atau palsu.

  Selain itu BPOM Jayapura menyarankan jika masyarakat membeli kosmetik di tempat pengecer atau distributor resmi itu dijamin produknya resmi. Tetapi memang beberapa sarana yang didapatkan ini membeli langsung di pasar Jakarta lewat jalur yang tidak resmi. Artinya, beberapa produk memang tak ada izin edarnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *