Faktor Ekonomi dan Pengangguran Penyebab Tingginya Curanmor

Dr. La Alimuddin, M.Si (Yewen/Cepos)

JAYAPURA Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. La Alimuddin, M.Si, mengungkapkan bahwa perilaku pencuriaan kendaraan bermotor (curanmor) merupakan bagian dari perilaku menyimpang.

“Tindakan pencurian, termasuk tindakan pencuriaan kendaraan bermotor (curanmor) merupakan perilaku menyimpang yang saat ini beredar di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura,” ungkapnya kepada cenderawasih pos di ruang kerjanya, Selasa (20/8).

Menurut Alimuddin, kasus curanmor ini sebabkan juga karena adanya urban lokal perkotaan dalam adaptasi kehidupan di daerah perkotaan. Selain itu, dari segi dimensi ekonomi mereka tidak mempuyai pendapatan dan juga adanya pengangguran, sehingga tindakan-tindakan curanmor ini terjadi.

“Faktor ekonomi dan pengangguran, sehingga menyebabkan terjadinya kasus curanmor di wilayah Jayapura,” ucap dosen yang sehari-hari mengajar mata kuliah Psikologi Sosial ini.

Dia, menyatakan bahwa untuk untuk menangani kasus curanmor yang terjadi saat ini perlu keterlibatan semua pihak, baik RT/RW, kampung, kabupaten/kota, provinsi sampai pusat, sehingga kasus curanmor bisa tekan setiap harinya. Selain itu, perlu adanya pembinaan dan pelatihan sehingga ada kemampuan yang lebih dalam pengembangan diri kedepannya.

“Kita perlu adanya nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya, sehingga adanya pengembangan dan pembinaan bagi masyarakat melalui pelatihan non formal, sehingga mempunyai kemampuan yang lebih, agar dapat mengubah perilaku masyakat dalam melakukan tindakan-tindakan yang positif kedepannya,” ujarnya. (bet/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *