Dinkes MoU dengan Kemenkes

drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (Gratianus Silas/Cepos)

Jangkau 14 Kabupaten Rendah Sub PIN Polio

JAYAPURA- Dinas Kesehatan Provinsi Papua bertindak sigap dalam menjangkau pelayanan imunasi polio di 14 kabupaten yang masih rendah akibat isolasi geografis, dengan melakukan MoU dengan Direktorat Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., bahwa MoU tersebut bertujuan untuk menyewa pesawat kecil, helikopter dan kapal laut, agar bisa menjangkau dan melayani imunisasi bagi anak-anak Papua usia 0-15 tahun.

“Kami melakukan MoU bersama Kemenkes dengan pembiayaan Rp 5,8 miliar untuk menjangkau pelayanan Sub PIN Polio yang rendah di 14 kabupaten. Dana ini berasal dari Kemenkes, dimana Rp 2,9 miliar untuk menyewa transportasi udara, baik helikopter, seperti Helivida di Wamena atau helikopter milik Freeport dan maskapai penerbangan kecil. Sedangkan Rp 2,9 miliar untuk biaya pelayanan transportasi perairan dan darat,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., Senin (19/8) kemarin.

Berdasarkan grafik prosentasi cakupan sub PIN Polio putaran kedua Provinsi Papua per kabupaten per 10 Agustus 2019, kata Aloysius, sebanyak 14 kabupaten masih sangat rendah dalam cakupan imunisasinya. Salah satu faktor penyebabnya ialah sulitnya akses transportasi yang dialami petugas medis karena  kondisi geografis yang menantang. Atas evaluasi dari Dinkes Papua kepada Kemenkes, maka Kemenkes pun menyediakan anggaran melalui refocusing guna membiayai  transportasi dan operasional untuk pelayanan di 14 kabupaten itu.

Ke 14 kabupaten itu ialah Nduga (4,64 persen), Dogiyai (51,61 persen), Lanny Jaya (59,07 persen), Intan Jaya (61,57 persen), Mamberamo Raya (62,65 persen), Jayawijaya (70,25 persen), Tolikara (71,18 persen), Yalimo (72,63 persen), Pegunungan Bintang (72,75persen), Yahukimo (72,82 persen), Sarmi (72,84 persen), Nabire (79,80 persen), Puncak Jaya (85,02 persen) Merauke (85,86 persen.

“Kami berharap hingga Desember 2019 ini, anak-anak Papua dari 0-15 tahun semua bisa mendapat PIN Polio berkat kebijakan menyewa alat transportasi dari Kemenkes. Ini bukti bahwa negara, dalam hal ini Kemenkes betul-betul peduli pada kesehatan anak-anak Papua agar tidak mendapat kasus polio pada masa yang akan datang,” tambahnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *