Status Kepemilikan Tanah Bermasalah, RSUD Yowari Tidak Diakreditasi

Hengky Yoku (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Lahan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura, hingga saat ini diketahui masih dipersoalkan oleh pihak pemilik ulayat. Itu sebabnya, akreditasi untuk peningkatan status dan level rumah sakit itu harus batal karena persoalan itu.

“RSUD Yowari ini sedang diaudit oleh pemerintah dan kemudian kualitas atau kelasnya itu harus ditingkatkan. Tapi sampai saat ini lahan 10 hektar itu bermasalah, meskipun milik pemerintah tapi tidak pernah di sertifikatkan,” kata Hengki Yoku, Ketua LSM Papua Bangkit yang juga sebagai pemilik ulayat atas lahan itu kepada koran ini di gunung Merah Sentani, Jumat (16/8).

Menurutnya, secara dejure sah sah saja jika pemerintah mengklaim kepemilikannya. Namun secara defakto, diatas lahan itu ada rumah sakit.

Kemudian masalah itu telah berdampak pada penundaan kenaikan status atau kelas dari rumah sakit itu. Selain itu ada juga akibat lain yang ditimbulkan akibat persoalan itu seperti belum adanya perpanjangan izin amdal dari bangunan RSUD itu.

“Amdal itu ada kalau lahan itu ada sertifikatnya,” ungkapnya.

Dikatakan, masalah ini sudah berlangsung sejak tahun 2003 hingga 2019. Masalah lahan di Yowari ini dianggap sulit diselesaikan. Hal ini dinilai karena belum adanya keseriusan dari OPD terkait untuk menyelesaikannya. Padahal Bupati sudah memerintahkan untuk menyelesaikan persoalan itu. Oleh karena itu pihaknya telah meminta kepada pihak kejaksaan tinggi supaya perlu dilakukan supervisi. Karena setiap tahun anggarannya disiapkan tapi tidak jelas pembayaranya dilakukan kepada siapa.

“Sebenarnya masalahnya sederhana kalau ada proaktif dan kemauan untuk menyelesaikan. Tapi saya harus katakan dengan jujur bahwa ego sektoral setiap OPD itu sangat kental,” ungkapnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *